Aksi Protes di AS, Peti-Peti Mati Untuk Obama

Jumat, 11/12/2009 13:12 WIB | Arsip | Cetak

Aksi unjuk rasa mewarnai acara penyerahan hadiah Nobel Perdamaian untuk Barack Obama, Kamis (10/12). Para aktivis perdamaian di AS turun ke jalan sambil mengusung peti-peti mati, sebagai cemoohan atas penganugerahan Nobel Perdamaian pada Obama.

Di New York City, puluhan pengunjuk rasa long march dari depan gedung PBB ke kantor pusat perekrutan militer AS yang berlokasi di Times Square, Manhattan Tengah. Para pengunjuk rasa yang sebagian besar aktivis perdamaian itu berjalan pelan sambil mengusung peti-peti mati berwarna hitam.

Aksi unjuk rasa serupa juga terjadi di Oslo. Ribuan orang melakukan long march di kota Oslo mengecam perang AS di Afghanistan. Pada saat yang sama, di Oslo City Hall, sedang berlangsung acara penyerahan hadiah Nobel Perdamaian untuk Obama.

Di Pakistan, sebagian besar warga mengecam dan mengungkapkan kemarahannya mengapa orang seperti Obama dianugerahkan Nobel Perdamaian. "Dia adalah presiden dari sebuah negara yang memiliki sejarah pertumpahan darah. Bagaimana bisa orang seperti Obama terpilih sebagai penerima Nobel?. Obama dalah seorang pembunuh," kritik Jabir Aftab seorang warga Peshawar.

Warga Peshawar lainnya, Mushtaq Mohmand mengatakan, reputasi Obama sangat buruk. Kebijakan Obama di Irak dan Afghanistan membuat banyak orang sengsara. "Obama mungkin orang yang baik buat bangsa Amerika, tapi sebagai presiden Amerika, reputasinya dalam perdamaian dunia sangat buruk. Kehadiran militer AS di Pakistan, Irak dan Afghanistan membuat banyak orang sengsara," tukas Mohmand.

Terpilihnya Obama sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian menjadi anti-klimaks bagi impian masyarakat dunia akan perdamaian yang hakiki. Terpilihnya Obama menjungkirbalikkan makna perdamaian yang menjadi bias karena pada saat yang sama Obama baru saja mengumumkan untuk mengirimkan ribuan pasukan tambahan ke Aghanistan dengan dalih menumpas kelompok islamis Taliban. (ln/prtv/straittimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang