Aktivis Anti-Perang: Konferensi London Cuma Omong Kosong

Jumat, 29/01/2010 16:03 WIB | Arsip | Cetak

Konferensi Afghanistan yang berlangsung di London hari ini diwarnai aksi unjuk rasa aktivis anti-perang. Mereka memadati kawasan Lancaster House, tempat konferensi berlangsung. Para aktivis dari organisasi Campaign for Nuclear Disarmament dan Stop the War Coalition (STWC) itu menyerukan agar perang di Afghanistan segera diakhiri dan pasukan asing ditarik dari negeri itu.

Dalam aksinya, mereka membawa keranda mayat bertuliskan "The Blood Price" sebagai lambang keprihatinan terhadap korban perang yang sudah berlangsung selama delapan tahun itu. Para aktivis tersebut mengecam konferensi yang menurut mereka bukan bertujuan untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan.

"Perang di Afghanistan tidak punya tujuan yang jelas. Perang itu semakin meluas dan tak terkendali, serta menimbulkan dampak negatif sampai ke Pakistan. Seluruh pasukan NATO di Asia Selatan dikerahkan ke Afghanistan dan selama delapan tahun ini perang itu hanya memicu makin meningkatnya produksi obat bius, maraknya tindak korupsi dan kehilangan harta benda serta nyawa, baik dari sisi warga sipil maupun para tentara," kata Kate Hudson, Ketua Campaign for Nuclear Disarmament.

Sementara jubir STWC menegaskan bahwa pasukan asing tidak bakal memenangkan perang di Afghanistan. "Para pemimpin negara yang sekarang berkumpul di London cuma punya satu rencana atas bencana yang ditimbulkan oleh perang yang mereka ciptakan, yaitu perang yang lebih lama lagi," kata jubir STWC.

Konferensi Afghanistan di London dihadiri oleh delegasi dari 70 negara, termasuk delegasi dari Afghanistan yang dipimpin Presiden Hamid Karzai. Konferensi itu mengisyaratkan bahwa pasukan asing tetap akan dipertahankan di Afghanistan sampai lima tahun ke depan.

Kontrol keamanan untuk sejumlah provinsi akan diserahkan pada pemerintah Afghanistan pada akhir tahun 2010. "Tapi kontrol untuk seluruh provinsi baru akan diserahterimakan ke pemerintah lima tahun lagi," kata Menlu Inggris, David Miliband.

Konferensi itu juga menyepakati pemberian bantuan dana sebesar 140 juta dollar untuk membiayai program reintegrasi dan penambahan pasukan militer serta aparat kepolisian Afghanistan. Delegasi yang hadir setuju untuk merekrut 171.600 tentara serta 134.000 polisi baru sampai bulan Oktober 2011.

Sementara pihak Taliban menyebut konferensi London tidak lebih sebagai ajang propaganda para peguasa yang "gila perang" yaitu Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. "Para penguasa itu ingin menipu dunia dengan menyelenggarakan konferensi London, untuk menunjukkan seolah-olah masih banyak orang yang mendukung perang mereka," demikian pernyataan Taliban.

Menurut Taliban, konferensi London bertujuan untuk memperpanjang penjajahan negara-negara asing terhadap kemiliteran, perekonomian, budaya dan politik di Afghanistan. Dalam pernyataannya Taliban juga menegaskan bahwa mereka tidak akan termakan bujuk rayu Karzai yang menawarkan uang dan pekerjaan pada pejuang-pejuang Taliban agar mereka mau meletakkan senjata. (ln/prtv/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang