Gerakan "BDS" Kampanye Boikot Produk Israel di AS

Kamis, 24/12/2009 14:13 WIB | Arsip | Cetak

Para juru kampanye boikot produk Israel di AS melakukan pendekatan pada para investor, vendor, pedagang dan konsumen untuk tidak membeli dan menggunakan produk serta jasa layanan milik Israel.

Para aktivis yang tergabung dalam gerakan nasional "Boycott, Divestment and Sanctions (BDS)" terhadap segala bentuk produk dan jasa dari Israel atau yang memberikan sebagian keuntungannya pada Israel menyatakan, setahun setelah agresi brutal Israel ke Jalur Gaza, makin banyak warga AS yang bersikap skeptis terhadap produk-produk Israel.

Sepanjang musim liburan natal dan tahun baru ini, para aktivis BDS gencar melakukan kampanye boikot produk Israel dengan mengirimkan pesan boikot melalui email. Selain seruan boikot, BDS juga mencantumkan daftar merk produk yang harus dihindari para konsumen di AS karena perusahaan produk tersebut ikut membiayai Israel.

"Penting untuk melakukan tekanan pada negara secara ekonomi, ketika negara itu terus melakukan pelanggaran hukum-hukum internasional, menindas manusia lain dan menciptakan sistem apartheid," kata Gael Murphy, aktivis anti-perang CODE PINK yang ikut mendukung gerakan boikot Israel.

CODE PINK menyerukan konsumen di AS untuk tidak membeli produk komestik merk Ahava, karena perusahaan kosmetik itu mengambil sumber-sumber alam milik warga Palestina di Tepi Barat untuk bahan pembuatan kosmetiknya. "Jangan beli Ahava. Perusahaan kosmetik itu bersama Israel mencuri sumber-sumber alam milik rakyat Palestina dan tindakan itu melanggar hukum," tukas Murphy.

Sementara para aktivis BDS di AS menyerukan agar konsumen tidak membeli produk-produk merk Victoria Secret, karena beberapa produk merk tersebut dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang diproduksi oleh perusahaan Israel Delta Galil Textile.

Perusahaan-perusahaan lainnya yang menjadi target kampanye boikot Israel oleh BDS adalah Motorola, AT and T, L'Oreal, Calvin Klein, JC Penny, Estee Lauder, Intel, Gap dan Sara Lee.

"Secara politis orang-orang mulai menghubungkan saku mereka ke mesin perang. Dan jika kita punya pilihan untuk membeli produk A atau produk B ... jika produk A secara langsung terkait dengan rejim militer apartheid yang melanggar hukum internasional jam demi jam, orang-orang harus berpikir dua kali untuk membeli produk itu", kata Nora Barrow-Freidman , wartawan yang mendukung boikot produk Israel. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang