Aktivis Belanda: Lobi Yahudi yang Mengontrol Negara Kami

Senin, 01/02/2010 09:22 WIB | Arsip | Cetak

Aktivis terkemuka Belanda mengakui bahwa lobi Yahudi telah memainkan "irama" perasaan bersalah pemerintah Belanda terhadap peristiwa Holocaust.

Sehingga komentar-komentar aktivis Belanda tersebut telah membangkitkan tuduhan anti semit terhadap orang Belanda yang setia kepada Israel.

Greta Duisenberg - janda dari presiden bank central Eropa dalam sebuah wawancara mengatakan: "Lobi-lobi Yahudi di Belanda, sebagaimana yang juga ada di AS, sangatlah kuat dan berpengaruh, dan mereka masih memainkan perasaan bersalah pemerintah Belanda, meskipun kita telah melewati masa holocaust lebih dari 63 tahun."

Duisenberg meski telah berusia sepuh, dirinya termasuk aktivis yang mendukung perjuangan rakyat Palestina, bahkan setiap kali ada aksi anti Yahudi, ia selalu menjadi pembicara dan dan oleh banyak masyarakat Belanda sendiri - ia dituduh sebagai anti-semit.

Pada bagian ini, presiden organisasi terbesar Belanda yang pro Israel - Rooney Naftaniel menyatakan: "Ini merupakan tanda dari tindakan anti semit, mereka berlandaskan pada protokol Zionis yang menyatakan bahwa Yahudi lah yang mengontol dunia."

Paul Lamb jurubicara resmi Duisenberg sewaktu diwawancarai surat kabar Haarezt hari Ahad kemarin (31/1) mengatakan: "Duisenberg menyebutkan bahwa zionis Yahudi dan kristen ortodoks yang mengendalikan pemerintahan kami dan pemerintahan Amerika Serikat."

Dalam kesempatan lain Duisenberg mengatakan: "Pemerintah Belanda dikuasai oleh kelompok sayap kanan kristen dan orang-orang dari komunitas Yahudi yang memiliki perasaan dan ikatan yang kuat terhadap Israel dan merekalah yang mengendalikan pemerintahan kami."

Ditambahkan oleh Duisenberg: "Saya berencana ingin mengumpulkan enam juta tanda tangan pada sebuah petisi yang mendukung perjuangan rakyat Palestina dan saya berharap Israel menyadari bahwa lobi-lobi Yahudi tidak dapat mengendalikan wilayah selatan Amsterdam dengan cara yang sama ketika mereka mengambil alih tepi barat Palestina.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang