Aktivis Greenpeace Bajak Kapal Batu Bara yang Menuju Israel

Aktivis Greenpeace hari Kamis ini (8/7) mengatakan bahwa mereka telah mengambil alih sebuah kapal yang sedang dalam perjalanan menuju ke Israel untuk pengiriman batubara.
Para aktivis Greenpeace tersebut sedang berusaha untuk mencegah masuknya kapal ke Israel sebagai protes terhadap rencana Israel untuk membangun pembangkit listrik tenaga batubara di Ashkelon.
Para aktivis mengatakan bahwa mereka mendekati kapal, yang membawa batu bara dari Afrika Selatan menuju ke Hadera, menggunakan perahu karet tiup. Dengan menggunakan tangga tali, mereka naik kapal.
Greenpeace melaporkan bahwa Mor Levy dan Joana Jones dari Israel dan Hans Lau dari Jerman menjadikan diri mereka barikade di Orient Venus dan menuntut agar kapal tidak masuk Israel mengirimkan batubara.
Nili Grossman, direktur kampanye energi Greenpeace Israel, mengatakan sebelum tindakan itu mereka lakukan: "Batubara merupakan bahan bakar yang mahal dan berbahaya. Kita semua harus membayar harga atas penggunaan batubara, termasuk kerusakan kesehatan, polusi udara, dan perubahan iklim, semua menempatkan beban yang berat pada warga biasa yang harus membayar harga riil batu bara. Kami akan terus berjuang sampai pembatalan polusi dari stasiun batu bara." (fq/ynet)
Lainnya (Arsip)
- Rusia Ingin Melakukan Pertukaran Mata-Mata
Kamis, 08/07/2010 13:10 WIB - Israel Kembali Minta AS Tingkatkan Pasokan Senjata Mereka
Kamis, 08/07/2010 12:46 WIB - Ketika David Petraus Membicarakan Mineral Di Afghanistan
Kamis, 08/07/2010 12:46 WIB - Fatwa Ulama Mesir: Wanita Muslim Haram Tampil di Acaranya Oprah Winfrey
Kamis, 08/07/2010 10:51 WIB - Mesir Pendukung Utama Israel Kedua Setelah AS
Kamis, 08/07/2010 10:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




