Aktivis Ikhwan Ditangkap Aparat Keamanan Setelah Shalat Jumat

Polisi Mesir pada hari Jumat kemarin (12/3) menangkap hampir 50 anggota kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin yang sedang melancarkan demonstrasi anti-Israel, kata pejabat keamanan Mesir.
Mereka ditangkap setelah shalat Jumat, sewaktu mereka berdemonstrasi menentang rencana Israel untuk membangun pemukiman Yahudi di timur Arab Yerusalem dan menempatkan dua tempat suci umat Islam di Tepi Barat kedalam daftar situs warisan Yahudi.
Ikhwan telah mendesak warga Mesir untuk ambil bagian dalam demonstrasi di seluruh negeri dan penangkapan terhadap anggota Ikhwan terjadi di beberapa provinsi, kata salh seorang sumber.
Sumber tersebut mengatakan bahwa para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan mengecam rencana Israel untuk membangun pemukiman Yahudi di timur Arab Yerusalem dan menempatkan dua tempat suci umat Islam di Tepi Barat kedalam daftar situs warisan Yahudi, serta mengutuk "kebisuan pemerintah Arab" atas semua hal itu.
Penangkapan hari Jumat kemarin merupakan penargetan terbaru terhadap Ikhwan menjelang pemilihan majelis tinggi pada bulan April mendatangdan pemilihan majelis rendah pada Oktober. Kelompok Islamis (ikhwan) menuduh pemerintah menindak mereka menjelang berlangsungnya pemilu.
Pengacara Ikhwan Shalah Abdul Maqsud mengatakan bahwa di antara mereka yang ditahan itu terdapat tokoh-tokoh yang akan maju dalam pemilu mendatang."
Pada bulan Februari Mahmud Izzat wakil ketua Ikhwan berada di antara 16 anggota Ikhwan yang ditangkap, dan tindakan ini dikecam oleh Ikhwan maupun oleh pengawas hak asasi manusia internasional.
Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan "penangkapan pada bulan Februari lalu merupakan pukulan pada sebuah harapan untuk pemilu yang benar-benar bebas."
Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok terlarang di Mesir namun mereka mendapat toleransi bisa maju dalam Pemilu dengan membawa nama kelompok independen namun polisi sendiri menangkap para aktivis Ikhwan secara teratur.
Meskipun kelompok terlarang, Ikhwan mengendalikan seperlima dari kursi di parlemen setelah menurunkan calon independen mereka dalam pemilu tahun 2005.
Polisi telah menangkap ratusan aktivis Ikhwan pada tahun lalu. Ikhwan yang didirikan pada tahun 1928, telah mengutuk metode kekerasan dan mengatakan ingin mendirikan negara Islam melalui cara-cara damai.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Chomsky: AS dan Israel Pihak Yang Salah Terkait Nuklir Iran
Jumat, 12/03/2010 17:14 WIB - Media Swedia Ramai-Ramai Terbitkan Kartun Yang Menghina Rasulullah
Jumat, 12/03/2010 17:14 WIB - Eropa Yang Bias Terhadap Islam
Jumat, 12/03/2010 17:09 WIB - Waterboarding? Kami Bangga Kok Menyiksa Teroris!
Jumat, 12/03/2010 17:07 WIB - Selamat Datang Di Timur Tengah, Murdoch!
Jumat, 12/03/2010 17:06 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




