Aktivis Pro-Palestina Boikot Jaringan Supermarket Inggris

Senin, 09/11/2009 16:31 WIB | Arsip | Cetak

Gerakan Boycott-Divestment-Sanctions (BDS), sebuah gerakan di Inggris yang mengkampanyekan solidaritas terhadap Palestina, selama satu minggu melakukan gerakan boikot terhadap aringan supermarket besar di Inggris Raya yang menjual produk-produk dari Israel.

BDS mendesak jaringan supermarket Waitrose dan Morrison untuk tidak lagi menjual buah-buahan dan sayuran yang diimpor dari wilayah-wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat, yang oleh hukum internasional dinyatakan sebagai pemukiman ilegal karena dibangun di atas tanah milik warga Palestina yang dirampas secara paksa oleh militer Israel. Para aktivis BDS menyebut produk-produk itu sebagai "produk apartheid".

Namun para manager supermarket tidak menghiraukan tekanan para aktivis tersebut. Salah seorang manajer cabang supermarket Waitrose mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa "produk-produk Israel itu berasal dari pertanian dimana para pekerjanya adalah warga Palestina dan warga Israel dan mereka sudah bekerja bersama-sama selama bertahun-tahun."

Para aktivisi solidarita Palestina menolak isi pernyataan tersebut. Mereka menyatakan bahwa produk-produk pertanian itu ditanam ditanam di atas tanah milik warga Palestina yang dirampas Israel dan banyak warga Palestina yang terpaksa bekerja di pemukiman-pemukiman Yahudi Israel karena perekonomian mereka hancur akibat penjajahan dan penindasan rejim Zionis Israel.

Aktivis-aktivis pro-Palestina itu menunjukkan bukti berupa film-film dokumentasi yang dibuat oleh lembaga hak asasi manusia Israel, Kav LaOved, tentang bagaimana orang-orang Yahudi Israel menjadikan tanah-tanah milik warga Palestina menjadi perkebunan-perkebunan milik para pemukim Yahudi.

Dari bukti rekaman dokumentasi itu, para pemukim Yahudi bukan hanya merampas tanah, tapi juga menguasai sumber air irigasi milik rakyat Palestina, mempekerjakan anak-anak Palestina di bawah umur dan warga Palestina yang bekerja di pemukiman-pemukiman Israel digaji hanya setengah dari upah minimum, para pekerja Palestina juga tidak diberi hari libur, pensiun atau uang untuk jaminan kesehatan.

Selain itu, warga Palestina yang bekerja pada orang-orang Yahudi Israel, harus punya ijin bekerja dan mereka bisa dipecat seenaknya jika mengeluhkan kondisi kerja atau meminta kenaikan upah. Para pekerja Palestina juga kerap menemui hambatan di pos-pos pemeriksaan Israel saat berangkat dan pulang kerja.

Sebagai bagian dari aksi solidaritas terhadap Palestina, para aktivisi gerakan BDS di Inggris Raya menggelar aksi unjuk rasa dan aksi massa di depan gedung supermarket-supermarket itu. (ln/IMEMC)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang