Al-Bashir Ajak Pasukan Bersenjata Darfur Berdialog dan Lepas Senjata

Kamis, 19/03/2009 14:23 WIB | Arsip | Cetak

Kepala Negara Sudan, Umar Al-Bashir Rabu (18/03) lalu berkunjung ke kawasan "Nyala" yang terletak di Darfur bagian Selatan. Kunjungan ini adalah yang kedua kalinya setelah dikeluarkannya putusan mahkamah internasional yang menuntut pemberhentian Al-Bashir dari tugas kepresidenan. Kehadirannya di Darfur disambut dengan perkumpulan massa dalam jumlah besar.

Dalam sambutannya di hadapan masyarakat Sudan di Darfur, Al-Bashir mengajak kepada segenap pasukan bersenjata untuk meletakkan senjata dan berdialog bersama. "Rakyat Sudan kini telah bersatu setelah mengetahui intrik konspirasi asing terhadap Sudan, baik dari segi tanah air maupun rakyatnya," seru Al-Bashir. "Untuk menghadapi musuh Sudan harus dengan persatuan yang kokoh dan semakin meningkatkan pertumbuhan di segala lini. Listrik yang diproduksi dari bendungan "Merowe" akan sampai ke Darfur, bersamaan dengan meningkatkan pembangunan sekolah-sekolah, rumah sakit, galian-galian, sumur-sumur, dan bendungan-bendungan sehingga air jernih bisa dikonsumsi seluruh masyarkat."

Al-Bashir menjelaskan bahwa setiap daerah harus ada pemimpin dan dewan pengawas yang mengurusinya, agar sejalan dengan misi pemerintah dalam melayani kebutuhan kesehatan dan pendidikan untuk seluruh masyarakat.

Kunjungan ini disambut baik oleh segenap aktor dari pasukan bersenjata daerah "Spdo" yang terletak di Darfur bagian Selatan. Sebelumnya, pada tanggal 8 bulan ini Al-Bashir melakukan kunjungan ke El-Fasher, ibukota Darfur Utara sekaligus menyampaikan sambutan yang berisi kritikan kepada Pengadilan Internasional dan akan melawan putusan tersebut. "Tuduhan Pengadilan Kriminal Internasional justru akan menambah kekuatan, harga diri, dan martabat Sudan serta bangsa Arab-Islam akan semakin bersatu saling menguatkan dan bersinergi," tegasnya lagi dalam sambutannya.

Di lain sisi, Perancis menarik kembali statemennya melalui jubir atas nama Kemenlu yang sebelumnya menyatakan, bahwa Perancis akan bersiaga menghadang pesawat Umar Al-Bashir yang membawanya ke KTT Arab yang diselenggarakan di Doha di akhir bulan ini. Diakuinya bahwa sikap Perancis ini keluar karena memenuhi permintaan dari Pengadilan Kriminal Internasional. Ralat ini dilakukan ketika Menlu Sudan mengundang Duta Besar Perancis di Khortum, Patrick Nikolso Selasa (17/03) lalu ketika dimintai kejelasan terkait hal tersbut.

Jubir Kemenlu Sudan, Ali Shadiq menjelaskan bahwa Duta Besar Perancis yang ada di Khortum menegaskan, bahwa Perancis tidak ada niatan untuk menghadang pesawat Al-Bashir di saat menghadiri KTT Arab di akhir bulan ini. Shadiq juga menjelaskan bahwa pemerintah Qatar yang melayangkan undangan ke Al-Bashir menyadari betul kasus putusan Pengadilan Kriminal Internasional. Bukan berarti Qatar tidak memperhatikan kasus ini sama sekali.

Qatar yang pada putaran selanjutnya akan menjadi Dewan Liga Arab, menolak permintaan Pengadilan Internasional yang menyuruhnya untuk bekerjasama dalam memberhentikan Umar Al-Bashir sesampainya di Doha. (sn/mkh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang