Alkohol Yang Membelah Iraq

Selasa, 15/12/2009 05:40 WIB | Arsip | Cetak

Inilah salah satu peninggalan invasi AS ke Iraq: alkohol. Di Basrah, pemerintah setempat sudah mengeluarkan larangan alkohol. Namun, hal itu ditentang oleh sebagian rakyatnya. Sebagian lain jelas sangat setuju dengan pencekalan alkohol itu.

"Saya tidak setuju dengan pencabutan setelah semuanya berjalan dengan lancar," Ahmed penjaga toko Obeidi, 43, berkata kepada IslamOnline.net. "Minum alkohol adalah umum di negara-negara Barat, tetapi tidak untuk Muslim. Memang benar bahwa banyak negara Arab memperbolehkan minuman keras untuk dijual di mana pun, kecuali Irak yang memiliki sejarah Islam dan membolehkan alkohol adalah pelanggaran."

Dewan provinsi Basrah meloloskan sebuah dekrit pada bulan Agustus yang melarang penjualan alkohol di selatan kota. Namun, pihak berwenang setempat mengubahnya bulan Desember ini setelah protes dari kaum minoritas non-Muslim dan LSM.

"Untuk pertama kalinya pemerintah setempat telah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk generasi Muslim masa depan," kata Obeidi. “Tapi undang-undang baru menghapus harapan itu. "

Mariam Hussein Ala'a, 41, guru sekolah dasar dan ibu dari tiga anak, juga kritis terhadap larangan yang diubah itu. "Kami adalah negara Muslim dan minum (khammer) adalah warisan Barat yang bukan merupakan bagian dari sejarah kita," katanya.

Konsumsi alkohol mencapai tingkat mengkhawatirkan di Irak, khususnya di kalangan pemuda yang berbeda kelas sosial dan jenis kelamin. Setiap orang dapat membeli produk memabukkan itu tanpa ditanya usia.

Pemerintah Basrah membela keputusan mereka. "Meskipun Muslim adalah mayoritas di daerah ini, melarang konsumsi alkohol sekarang akan melukai demokrasi dan memaksa kaum minoritas untuk mencari opsi-opsi yang tidak aman," berpendapat Hashimi Aleiybi, juru bicara untuk Konsul Governorat Basrah.

Pihak berwenang mengatakan mereka dipaksa untuk melarang alkohol di bawah tekanan dari politisi dan kelompok-kelompok keagamaan. "Kami ditekan oleh badan keagamaan dan politisi untuk melarang konsumsi alkohol," Khalid Abdullah, pejabat senior di Dewan Provinsi Basra, berkata

"Kami adalah satu-satunya provinsi yang melarang alkohol dan itu tidak adil bagi kaum minoritas yang menjalankan bisnis, dan dipaksa untuk menutup toko mereka dan pindah ke bagian lain negara ini."

Selama Saddam Hussein berkuasa, alkohol dilarang. Tetapi pada tahun 2005, Departemen Dalam Negeri menghapuskan pembatasan alkohol, seiring dengan maraknya klub malam dan kasino. (sa/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang