Memperjuangkan Amandemen UU Anti-Muslim di Polandia

Kamis, 18/06/2009 12:34 WIB | Arsip | Cetak

Muslim Polandia kini sedang memperjuangkan amandemen bagi peraturan dan undang-undang di negeri itu yang mendiskriminasikan warga Muslim. Sampai saat ini, Polandia yang mayoritas penduduknya beragama Katolik belum mengakui secara hukum keberadaan dan eksistensi komunitas Muslim.

Dalam undang-undang tahun 1936, yang mengatur tentang status legal Muslim dan hubungan antara negara dengan organisasi-organisasi Muslim, Polandia tidak mengakui hari-hari besar Islam, tidak mengakui pernikahan berdasarkan Islam dan hanya mengakui pernikahan berdasarkan hukum sipil di Polandia. Undang-undang itu juga mewajibkan Muslim menyampaikan doa untuk negara, presiden, pemerintah dan militer Polandia setiap pelaksanaan salat Jumat.

Saat ini, perwakilan umat Islam dan pemerintah Polandia sedang menggodok amandemen undang-undang tersebut, terutama untuk pasal-pasal yang dianggap kontroversial dan tidak mengakomodasi hak-hak warga Muslim. Dalam draft amandemen, perwakilan dari warga Muslim meminta agar pemerintah mengakui keabsahan pernikahan yang dilaksanakan berdasarkan syariat Islam, ulama Muslim diberi hak untuk mengeluarkan sertifikat halal untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi warga Muslim tidak melanggar syariah dan mengakui serta memberikan hak libur pada hari besar umat Islam.

Saat ini, warga Muslim Polandia masih harus bekerja pada dan sekolah pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sehingga mereka menunda perayaan itu sampai libur akhir pekan.

Muslim sudah menetap di Polandia sejak abad ke-14 dan dibawa oleh Muslim Tatar yang membangun kehidupan sejak Polandia masih berada di bawah persemakmuran dengan Lithuania. Ketika itu, mereka bebas menjalankan peribadahan dan ajaran Islam, sebagai kompensasi dari pengabdian mereka di dinas kemiliteran.

Muslim di Polandia terus berkembang dengan kedatangan para imigran Muslim, terutama dari Turki, bekas negara Yugoslavia, Pakistan dan Afghanistan. Jumlah Muslim di Polandia memang belum begitu besar, kurang dari 0,1 persen dari total populasi penduduk atau sekitar 30.000 orang termasuk para mualaf. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang