Amerika dan Tren Generasi Bumerang

Kamis, 03/12/2009 15:04 WIB | Arsip | Cetak


Dihadapkan pada pilihan pekerjaan yang terbatas, banyak remaja Amerika yang akhirnya tinggal bersama orang tuanya kembali. Padahal, lazimnya di Amerika, remaja yang telah lulus dan berusia 18 tahun, sudah harus bisa mandiri.

1 dari 7 orangtua yang mempunyai anak remaja mengatakan bahwa anak-anaknya telah menjadi “generasi bumerang” karena hampir dipastikan jadi pengangguran setelah lulus sekolah. Generasi bumerang berarti anak-anak yang kembali ke rumah setelah dilepaskan. Begitu menurut laporan Pew Research Center. Karena bukannya segera mencari pekerjaan dan apartemen sendiri, banyak anak remaja yang kembali, sehubungan lapangan pekerjaan yang semakin sempit.

Menurut sruvai Pew, saat ini remaja yang berusia 18 sampai 29 tahun yang hidup mandiri semakin sedikit, yang asalnya 7,9 persen pada tahun 2007, menjadi 7,3 persen tahun ini. Kasus serupa pernah terjadi ketika resesi 1982 dan 2001.

35 persen dari generasi bumerang ini mengatakan bahwa mereka sendiripun tidak ingin tinggal orangtuanya. 25 persen di antaranya menjadi pengangguran, dan 20 persen lainnya masih merupakan mahasiswa.

“Generasi bumerang adalah tren, dan mereka merepresentasikan pergantian nilai dan norma.” Ujar David Morrison, presiden dan pendiri Twentysomething Inc., sebuah perusahaan marketing dan penelitian. “Para remaja adalah korban empuk dari resesi ekonomi, dan menjadi pihak terakhir yang akan mengambil keuntungan di saat ekonomi pulih.” (sa/yahoonews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang