Amerika, Ingatlah Haiti!
Seorang perempuan Amerika bernama Mona menyatakan: "Saya tidak akan mengirim uang (ke Haiti) karena saya tahu apa yang akan terjadi pada uang itu." Yang lain berkomentar: "IQ rendah dari 9 juta orang di sana," dan menambahkan: "Ini semua menyedihkan dan tidak dapat diperbaiki."
"Memberi uang ke Haiti dan negara-negara dunia ketiga lainnya seperti membuang uang di toilet," kata yang lain. Juga menegaskan: "Haiti adalah sebuah lubang uang. Dumping miliaran dolar ke dalamnya telah terbukti sia-sia. Amerika tenggelam dalam utang, dan kita tidak mampu membelinya. "
Tidak semua orang jujur, tapi tersirat dari banyak diskusi terjadi kesimpulan bahwa Haiti adalah keputusasaan bagi Amerika. Pat Robertson, seorang pendeta, menyatakan bahwa gempa Haiti terjadi karena sebuah perjanjian dengan setan, lebih dari dua abad yang lalu. Menurut Robertson, Haiti akan menyerahkan apa saja agar bisa merdeka, dan sekarang mereka tengah membayarnya dengan gempa bumi yang dahsyat.
Mengapa Haiti begitu miskin? Haiti miskin karena utang. Utang yang jatuh tempo dan akhirnya terus membengkak. Prancis memberlakukan utang besar yang mencekik Haiti. Dan ketika orang asing tidak lagi menjarah Haiti, giliran para penguasanya sendiri.
Predasi terbesar adalah penggundulan hutan di Haiti, sehingga hanya 2 persen dari hutan negara hari ini yang masih ada. Beberapa pohon terus ditebang oleh para petani setempat, hanya untuk melunasi utang kepada pihak asing. Pergilah ke Hispaniola, dan itu nyata. Tanpa pohon, Haiti kehilangan lapisan atas tanah kaena erosi, dan lumpuhlah pertanian.
Mengunjungi Haiti, kita akan tahu bahwa permasalahan tidak pada rakyatnya. Orang-orang Haiti di Amerika Serikat selalu berhasil, kecuali di negaranya sendiri. Saat ini Haiti mendudukki peringkat 42 di antara negara-negara miskin di seluruh dunia.
Lantas, apakah Haiti adalah kesia-siaan? Bill O'Reilly, dari Fok New,s berkata: "Sekali lagi, kami akan melakukan lebih daripada orang lain di planet ini, dan satu tahun dari Haiti hari ini, akan sama buruknya seperti sekarang." Perkataan O’Reilly tidak benar, dan jadi mitos yang paling merusak dari semuanya. Mungkin dunia perlu belajar dari sebuah kolom di Wall Street, “Kalau mau membantu Haiti, bantu saja. Jangan membesar-besarkan.”
Haiti sudah tertimpa bencana. Tanpa mengatakan bencana sebagai hasil dari perjanjian dengan setan pun, rakyat Haiti sudah terluka begitu banyak. Orang-orang Amerika mungkin harus mengingat bahwa sejarah Haiti sekarang juga tak lepas dari campur-tangan AS di masa lampau. (sa/nyt)
Lainnya (Arsip)
- Wajah Baru Taliban Afghanistan, Lebih Ramah?
Jumat, 22/01/2010 10:01 WIB - Ulama Saudi: Tidak Ada Alasan Agama Menikahi Anak Kecil
Jumat, 22/01/2010 08:32 WIB - Erdogan: Kami Bersama Arab Karena Keadilan
Jumat, 22/01/2010 07:59 WIB - Giliran Mesir Diredam Banjir
Jumat, 22/01/2010 07:57 WIB - Betulkah Michael Jackson Telah Masuk Islam?
Jumat, 22/01/2010 07:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




