Amerika, Jangan Bunuh Muslim, Jika Tak Mau Dibunuh!

Amerika dan negara-negara Barat yang tergabung dalam NATO melakukan segala cara untuk menghentikan yang kata mereka “teroris.” Bukan kebetulan kalau yang mereka sebut teroris itu, 99,99 persen adalah orang Islam.
Untuk menghentikan teroris itu, maka mereka pun berburu sampai ke Iraq, dan Afghanistan. Tapi ternyata, menurut Noam Chomsky, seorang ahli bahasa Amerika, filsuf, ilmuwan, aktivis politik, penulis, dan dosen, serta seorang profesor emeritus linguistik di Massachusetts Institute of Technology, menghentikan terorisme itu gampang-gampang saja. Tidak perlu keluar biaya besar dan pasukan yang banyak.
Dalam salah satu ceramahnya yang kini beredar di youtube, dan banyak diposting dimana-mana, ada cara efektif untuk menghentikan terorisme. Chomsky mengatakan jika ingin menghentikan terorisme, maka Amerika dan Barat harus berhenti membunuh orang-orang Muslim. “Jika ingin orang Muslim berhenti membunuh Anda, maka berhentilah membunuh mereka!”
Artinya, orang Muslim akan melakukan tindakan perlawanan, jika dianiaya, bahkan sampai dibunuh, direnggut semua harta dan kepemilikannya. Atau dengan kata lain, bahwa bukan orang Muslimlah yang telah memulai pembunuhan-pembunuhan itu.
Nah Amerika, dengarkanlah Chomsky! (sa/islamicawakening)
Lainnya (Arsip)
- Gerakan Kristenisasi di Aljazair Melalui Santa Claus
Selasa, 22/12/2009 13:49 WIB - Muslim Libya Mengungkap Kebiadaban Penjara-Penjara Inggris
Selasa, 22/12/2009 13:30 WIB - Bocah Yang Selalu Diancam Oleh Bom Setiap Waktu
Selasa, 22/12/2009 12:56 WIB - 16 Organisasi Internasional: "Masyarakat Dunia Khianati Warga Gaza"
Selasa, 22/12/2009 12:45 WIB - Siapa Penguasa di Iran?
Selasa, 22/12/2009 11:08 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




