Amerika Menolak Telah Membunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Amerika Serikat menolak berperan atas tewasnya limuwan nuklir Iran. Pejabat Amerika menolak tuduhan pemerintah Iran, bahwa Amerika berada dibalik tewasnya Massoud Ali Mohammadi.
Massoud Ali Mohammadi, seorang ilmuwan nuklir Iran telah tewas akibat ledakan bom, yang dikendalikan dari jarak jauh. Sementara itu, pejabat Iran menuduh Amerika dan Israel berada dibalik tewasnya ilmuwan nuklir Iran tersebut. Mohammadi ilmuwan nuklir dari Tehran Universiti, mempunyai peran penting dalam pengembangan dan penyebaran nuklir Iran. Ia tewas akibat ledakan bom yang terjadi di rumahnya, yang tak jauh dari ibukota Tehran.
Menurut media di Iran, Massoud tewas akibat sebuah ledakan bom yang sangat kuat, dan dikendalikan dari jarak jauh. Para pejabat Amerika menolak terlibat dalam pembunuhan itu, dan mengatakan tuduhan itu sangat 'absurd', ujar seorang pejabat Deplu Amerika.
Amerika dan Israel merasa panik dan sangat kawatir dengan kemampuan nuklir Iran, dan menganggap sebagai ancaman keamanan negara Yahudi itu. Apalagi, Presiden Ahmadinejad, sering mengeluarkan pernyataan yang sangat keras yang menyatakan Israel harus dimusnahkan dari peta bumi.
Pemerintah Israel dibawah Perdana Menteri Netanyahu, berusaha mendorong Amerika agar melakukan tindakan militer, guna menghancurkan fasilitas nuklir Iran, yang ada sekarang ini. Karena sudah mencapai tingkat yang membahayakan bagi keamnan Israel. Sejauh ini Presiden Barack Obama, belum mengambil tindakan militer, seperti yang diinginkan oleh Israel. (m/wb)
Lainnya (Arsip)
- Presiden Sudan Pensiun dari Jabatan Panglima Tertinggi Militer
Rabu, 13/01/2010 09:08 WIB - Mana Janji Anda Tentang Guantanamo, Mr Obama?
Rabu, 13/01/2010 08:24 WIB - Erdogan Raih Penghargaan Internasional Raja Faisal
Rabu, 13/01/2010 08:20 WIB - Ahmadinejad: Dunia Harus Akui Iran Adalah Kekuatan Besar
Rabu, 13/01/2010 08:20 WIB - Perang Memang Mahal Dan Menyengsarakan, Amerika!
Rabu, 13/01/2010 07:07 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




