Amerika Ramai-Ramai Berhenti Kecanduan Facebook

Baru-baru ini, Halley Lamberson, 17, dan Monica Reed, 16, juniornya di San Francisco University High School, membuat perjanjian: hanya login ke Facebook pada hari Sabtu. Selain Sabtu, mereka memasang status: "Saya tidak bisa diganggu."
"Kami menghabiskan terlalu banyak waktu, terobsesi oleh Facebook, dan akan lebih baik jika kami istirahat dari itu," kata Halley.
Facebook, situs jejaring yang populer, memiliki 350 juta anggota di seluruh dunia yang, secara kolektif menghabiskan waktu 10 miliar menit di sana setiap hari, check-in dengan teman-teman, menulis di dinding elektronik orang, mengklik foto orang lain dan itulah jalan arus dunia sosial mereka.
Di Amerika (atau mungkin juga Indonesia dan negara-negara lainnya), banyak orang yang kecanduan Facebook. Facebook tidak akan mengungkapkan berapa banyak pengguna layanan dinonaktifkan, tetapi Kimberly Young, psikolog dan direktur Center for Internet Addiction Recovery di Bradford, Pa, mengatakan ia telah berbicara dengan puluhan remaja yang kecanduan Facebook dan ingin berhenti darinya.
"Rasanya (kecanduan Facebook) seperti kecanduan lainnya," kata Dr Young. "Sulit untuk menyapih diri sendiri."
Dr Young berkata ia mengagumi remaja yang punya strategi mereka sendiri untuk menghentikan Facebook mereka. "Banyak dari mereka yang menemukan keseimbangan mereka sendiri," katanya. "Ini seperti gangguan makan. Anda tidak dapat menghilangkan makanan. Anda hanya perlu membuat pilihan yang lebih baik tentang apa yang Anda makan. Dan apa yang Anda lakukan secara online. "
Michael Diamonti, kepala sekolah di San Fransisco University High School, sedang memikirkan apa peran sekolah seharusnya, karena kebanyakan siswa menggunakan Facebook di rumah, dan penggunaan yang berlebihan sangat mempengaruhi nilai-nilai mereka.
Pada bulan Oktober 2009, anggota Facebook mencapai 54,7 persen orang di Amerika Serikat usia 12-17, naik dari 28,3 persen, menurut Nielsen Company, perusahaan riset pasar. Banyak sekolah menengah senior yang sadar bahwa dengan sangat sadar siswanya menghabiskan berjam-jam setelah untuk mengklik Facebook.
Gaby Lee, 17, seorang senior di-Royce head School di Oakland, California, telah dua minggu untuk ini dengan putus asa, menonaktifkan account Facebook-nya. Account masih ada, tapi kelihatannya bagi orang lain seolah-olah tidak. "Tidak ada yang bisa melihat dan menulis di dinding atau melihat profil saya," katanya.
Kecanduan memang tidak mati dengan mudah. Gaby berkata ketika ia duduk di komputer maka"jari-jari saya akan secara otomatis masuk ke Facebook." Dan itu sangat menyedihkan.
Dunia memang telah begitu sempit, dan anak-anak muda mematung dirinya dengan hanya jarak lima meter saja. Mereka tidak melakukan apapun. Tidak menghasilkan karya. Tidak berbaur dengan masyarakat nyata, karena sudah merasa cukup dengan jaringan sosial mereka yang ada di Facebook. Padahal itu adalah semu belaka.
Nah, Amerika saja sudah mau berhenti terhadap Facebook, bagaimana dengan kita? (sa/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Tiger Woods: Person of The Year
Selasa, 22/12/2009 05:27 WIB - Dubes Israel: "Virus Pelecehan" Terhadap Israel Menyebar Luas di Inggris
Senin, 21/12/2009 17:03 WIB - Mursyid Ikhwan yang Baru Tengah Dipilih
Senin, 21/12/2009 16:08 WIB - Israel Akui Pernah Menjarah Organ Tubuh Warga Palestina
Senin, 21/12/2009 16:08 WIB - Syed Munawar : 'Usir Amerika!' Dari Pakistan
Senin, 21/12/2009 14:39 WIB
Dunia
Terkait
- Dihack Halaman Facebook Partai Salafi Mesir Muncul Gambar Wanita Seksi
- Pasukan Barat Ramai Ramai Pergi Dari Afghanistan
- Risyiq Penutupan Halaman Facebook Saya Tindakan Sewenang wenang
- RUU Pelarangan Adzan Israel Bangkitkan Aksi Protes Internet
- Serangan Berdarah di Liege Tidak Ada Kaitannya dengan Teroris Islamis
- Enaknya Teroris Kristen Brievik Sudah Membantai Sekarang Divonis Gila
- Polisi Inggris Selidiki Ancaman Bom terhadap Masjid Birmingham
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




