Amnesty International: Militer Israel Gunakan Warga Sipil Sebagai Tameng

Rabu, 14/01/2009 10:09 WIB | Arsip | Cetak

Investigator dari Amnesty International (AI) mengungkapkan bahwa tentara-tentara Israel menjadikan warga Gaza sebagai tameng hidup untuk berlindung dari perlawanan para pejuang Palestina. Dan strategi itu pula yang dgunakan Israel dalam serangan brutalnya ke Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama tiga minggu ini.

Donatella Rovera dari AI yang melakukan penyelidikan di Israel mengatakan, menjadikan warga Gaza sebagai tameng hidup adalah praktek-praktek yang sudah biasa dilakukan pasukan Zionis Israel dan sudah menjadi standar acuan bagi militer Israel.

"Tentara-tentara Israel itu biasanya menyerbu ke dalam rumah, mengunci penghuni rumah dalam satu kamar di lantai dasar dan menjadikan bagian rumah yang lain sebagai tempat pertahananannya, misalnya untuk menempatkan penembak-penembak jitunya," ungkap Rovera.

Menurut Rovera, bukan kali ini saja pasukan Zionis Israel menggunakan warga Palestina sebagai tameng hidup. "Militer Israel sudah melakukannya selama bertahun-tahun dan mereka juga melakukannya di Gaza sekarang," ujar Rovera.

Dalam beberapa kasus yang tercatat dengan baik, tentara-tentara Israel memaksa warga sipil Palestina, dengan todongan senjata, untuk mengikuti perintah tentara-tentara Israel itu yang membawa mereka ke gedung-gedung yang justeru dihindari warga Palestina karena takut menjadi sasaran serangan pasukan Israel. Pasukan Zionis juga memanfaatkan warga sipil Palestina untuk memaksa para pejuang Palestina yang mereka cari agar keluar dari rumah-rumah mereka. Caranya, tentara Zionis menyuruh warga sipil Palestina mendekati rumah pejuang Palestina, kemudian tentara Zionis menyuruh pejuang yang mereka cari untuk menyerah.

Tahun 2005, Mahkamah Agung Israel menyatakan melarang militer Israel melakukan praktek-praktek menggunakan warga sipil Palestina sebagai tameng hidup dalam operasi penangkapan. Konvensi Jenewa juga dengan tegas melarang praktek-praktek tersebut.

Amnesty International juga menuding Israel telah melakukan kejahatan perang karena menggunakan senjata-senjata yang menyebabkan kerusakan fatal dan korban jiwa yang besar di kalangan warga sipil Jalur Gaza.

"Dalam beberapa kasus, militer Israel sudah bertindak gegabah dan tidak proporsional. Militer Israel juga menggunakan persenjataan yang seharusnya tidak digunakan di wilayah padat penduduk, karena akan menimbulkan korban jiwa dan kehancuran yang fatal," tukas Rovera.

Ia menambahkan, "Militer Israel menggunakan misil-misil canggih yang bisa diarahkan ke sebuah mobil yang sedang bergerak dan mereka memilih untuk menggunakan persenjataan lainnya atau memutuskan menjatuhkan bom ke sebuah rumah yang mereka tahu bahwa di dalam rumah tersebut ada kaum perempuan dan anak-anak."

"Ini merupakan pelanggaran yang sangat jelas terhadap hukum internasional," tandas Rovera.

Selain Amnesty International, organisasi hak asasi manusia Human Right Watch juga menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dan menggunakan senjata kimia berbahaya berupa fosfor putih dalam agresi brutalnya ke Gaza.

Direktur lembaga bantuan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, John Ging hari Selasa kemarin meminta agar dunia internasional melakukan investigasi terhadap Israel yang diduga telah menggunakan senjata-senjata ilegal dalam serangannya ke Jalur Gaza.

Ging juga meminta komunitas internasional memberikan perlindungan bagi warga sipil sesuai dengan ketentuan Konvensi Jenewa. "Semua warga, yang pertama mereka katakan pada saya dan yang mereka minta adalah perlindungan karena tidak ada lagi tempat yang aman di Gaza," kata Ging dalam pernyataannya pada para wartawan di Jenewa yang disampaikan melalui saluran audio. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang