Pemerintah Yaman: Menyerahlah, Imam Anwar!

Senin, 18/01/2010 11:55 WIB | Arsip | Cetak

Inilah potret negara Arab saat ini. Ketika salah satu umatnya, bahkan ulamanya, dicap teroris oleh kekuatan asing, maka dengan serta merta mereka meminta ulama tersebut untuk segera menyerahkan diri saja. Itulah yang dilakukan oleh pemerintah Yaman kepada Imam Anwar Al-Awlaki.

Menurut Ali Mohamed Al Anisi, direktur Badan Keamanan Nasional dan penasihat presiden senior Yaman, Imam Awlaki saat ini bersembunyi di Shabwa, sebuah provinsi terpencil, di bawah perlindungan kerabat dan suku yang mengontrol wilayah itu. Dia mengatakan pasukan Yaman siap membawanya secara paksa jika perlu. "Kami siap memulai operasi untuk memburu nya," katanya.

Jelas, Yaman berada di bawah tekanan internasional. Imam Awlaki, 38 tahun, muncul sebagai fokus penyelidikan dugaan dari pengeboman Hari Natal, menurut pejabat Yaman dan AS. Padahal sampai saat ini belumlah terbukti.

Bertahun-tahun lalu, Imam Anwar menjadi imam di sebuah masjid Virginia. Tidak ada indikasi Imam Awlaki memainkan peran langsung dalam setiap serangan, dan dia tidak pernah didakwa apapun di AS alias mempunyai catatan yang bersih.

Yaman dan pejabat Amerika mengatakan Imam Awlaki kini telah menjadi tokoh inspirasional kunci. "Kami percaya bahwa ia harus ditangkap, diadili dan dihukum." kata seorang pejabat AS. Orang-orang yang dekat dengan ulama kelahiran New Mexico itu menyangkal bahwa Imam Anwar adalah anggota Al-Qaidah, bahkan Imam Anwar tidak menyetujui serangan terhadap warga sipil.

Imam Awlaki kembali ke Yaman pada tahun 2004 setelah menghabiskan hampir 14 tahun di Amerika Serikat. Ia adalah imam pertama di San Diego dan kemudian di Dar al-Hijrah Islamic Center di Fairfax, Va Di AS, ia berulang kali ditanyai sehubungan dengan penyelidikan teror, tetapi tidak pernah ditangkap atau dikenai tuduhan karena tidak ada buktinya sama sekali.

Imam Awlaki pernah ditangkap oleh pihak berwenang Yaman pada pertengahan 2006 dan mendekam 18 bulan di penjara. Karena tuduhan tidak jelas, ia dibebaskan pada Desember 2007. Kemudian Imam Awlaki pindah ke pegunungan yang menghubungkan selatan provinsi Abyan ke provinsi Shabwa. (sa/wsj)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang