Anggota Kongres AS Serukan Akhiri Perang Afghanistan

Jumat, 02/07/2010 07:42 WIB | Arsip | Cetak

Para anggota parlemen dari Demokrat dan Republik mendesak Presiden Barack Obama untuk memberikan kongres sebuah rencana yang jelas terkait untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan.

Para anggota parlemen dari spektrum politik yang berbeda Kamis kemarin (1/7) menyerukan untuk segera mengakhiri perang Afghanistan.

Sekelompok anggota parlemen Amerika mengatakan perang itu telah menguras "darah dan harta" Amerika Serikat.

"Setiap dolar yang dihabiskan dan setiap kehidupan yang terbuang percuma di Vietnam dan kesemuanya itu hanya sia-sia dalam membuang nyawa dan dana," kata Perwakilan dari demokrat Jerrold Nadler.

Pemberontakan terhadap Obama ini datang sewaktu Washington diharapkan dapat memompa untuk mengucurkan dana sebesar 37 miliar dolar ke dalam perang di Afghanistan dan Irak.

Pimpinan CIA, Leon Panetta, baru-baru ini mengakui bahwa perang Afghanistan terbukti lebih sulit dan lebih lama daripada yang mereka pikirkan. Dia juga menyinggung masalah serius dalam perang pimpinan Amerika tersebut, dan mengakui bahwa Taliban berada di atas angin dalam pertempuran.

Sementara itu Obama telah berjanji untuk memulai penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan pada bulan Juli 2011 mendatang.

Korban pasukan asing semakin meningkat telah memicu kemarahan di kalangan masyarakat di negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat yang sama-sama berperang di Afganistan.

Selain korban pasukan asing , ribuan warga sipil juga kehilangan kehidupan mereka baik dalam serangan pimpinan Amerika atau dalam bentrokan oleh Taliban. Meningkatnya jumlah dari korban sipil yang tewas telah menggerogoti dukungan masyarakat Afghanistan bagi kehadiran pasukan pimpinan Amerika di negara itu.

Invasi pimpinan Amerika di Afganistan diluncurkan dengan tujuan resmi membatasi gerak Taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas Afghanistan. Sembilan tahun kemudian, para pejabat AS dan Afghanistan mengakui bahwa negara itu tetap tidak stabil dan warga sipil yang harus membayarnya dengan tewas sia-sia.(fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang