Anggota Kongres AS Serukan Akhiri Perang Afghanistan

Para anggota parlemen dari Demokrat dan Republik mendesak Presiden Barack Obama untuk memberikan kongres sebuah rencana yang jelas terkait untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan.
Para anggota parlemen dari spektrum politik yang berbeda Kamis kemarin (1/7) menyerukan untuk segera mengakhiri perang Afghanistan.
Sekelompok anggota parlemen Amerika mengatakan perang itu telah menguras "darah dan harta" Amerika Serikat.
"Setiap dolar yang dihabiskan dan setiap kehidupan yang terbuang percuma di Vietnam dan kesemuanya itu hanya sia-sia dalam membuang nyawa dan dana," kata Perwakilan dari demokrat Jerrold Nadler.
Pemberontakan terhadap Obama ini datang sewaktu Washington diharapkan dapat memompa untuk mengucurkan dana sebesar 37 miliar dolar ke dalam perang di Afghanistan dan Irak.
Pimpinan CIA, Leon Panetta, baru-baru ini mengakui bahwa perang Afghanistan terbukti lebih sulit dan lebih lama daripada yang mereka pikirkan. Dia juga menyinggung masalah serius dalam perang pimpinan Amerika tersebut, dan mengakui bahwa Taliban berada di atas angin dalam pertempuran.
Sementara itu Obama telah berjanji untuk memulai penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan pada bulan Juli 2011 mendatang.
Korban pasukan asing semakin meningkat telah memicu kemarahan di kalangan masyarakat di negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat yang sama-sama berperang di Afganistan.
Selain korban pasukan asing , ribuan warga sipil juga kehilangan kehidupan mereka baik dalam serangan pimpinan Amerika atau dalam bentrokan oleh Taliban. Meningkatnya jumlah dari korban sipil yang tewas telah menggerogoti dukungan masyarakat Afghanistan bagi kehadiran pasukan pimpinan Amerika di negara itu.
Invasi pimpinan Amerika di Afganistan diluncurkan dengan tujuan resmi membatasi gerak Taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas Afghanistan. Sembilan tahun kemudian, para pejabat AS dan Afghanistan mengakui bahwa negara itu tetap tidak stabil dan warga sipil yang harus membayarnya dengan tewas sia-sia.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Gereja Inggris Boikot Produk Israel
Kamis, 01/07/2010 16:42 WIB - Pertemuan Rahasia Turki-Israel di Brussels
Kamis, 01/07/2010 16:30 WIB - Mengapa Keuangan Syariah Di Barat Gagal
Kamis, 01/07/2010 15:47 WIB - Sudan Bebaskan Tokoh Oposisi Hassan Al-Turobi
Kamis, 01/07/2010 15:02 WIB - Jutawan Israel Bangun Masjid di Prancis, Misi Pluralisme?
Kamis, 01/07/2010 14:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




