Anggota Parlemen Israel Dukung Keputusan Menangkap Livni
.jpg)
Anggota parlemen Israel yang merupakan wakil minoritas Arab dari Knesset, menyatakan dukungannya untuk sebuah perintah penangkapan terhadap pemimpin opisisi Zionis Israel yang juga mantan menteri luar negeri - Tzipi Livni atas tuduhan telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina selama agresi militer Zionis Israel ke wilayah jalur Gaza.
Surat kabar harian Israel berbahasa Ibrani Maariv memberitakan bahwa anggota parlemen Israel wakil dari warga Arab, menyatakan dukungannya kepada hakim Inggris yang mengeluarkan perintah surat penangkapan terhadap Tzipi Livni dan berharap akan lebih banyak lagi perintah dari pengadilan yang menyerukan penangkapan bagi Livni yang termasuk arsitek dalam "pembantaian" warga Palestina di jalur Gaza pada awal tahun ini.
Harian Maariv mengatakan dalam laporannya mengutip pernyataan anggota parlemen Arab Israel: "Ada hukum internasional, dan semua pelanggar terhadap hukum tersebut harus membayar atas pelanggaran yang mereka buat dan Livni harus menghadapi pengadilan untuk semua kejahatan perang yang ia lakukan."
Anggota parlemen tersebut juga memuji putusan yang diambil oleh hakim Inggris yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Tzipi Livni yang juga merupakan pemimpin oposisi Israel, sembari menyerukan supaya ada tindakan hukum terhadap orang-orang yang bertanggung jawab dalam agresi militer Israel di jalur Gaza, baik bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung.
Sebagai tindakan balasan atas putusan hakim Inggris, salah seorang anggota parlemen dari partai Kadima - partai yang dipimpin oleh Tzipi Livni - menyerukan agar ada surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Inggris, atas kejahatan mereka di Belfats Irlandia Utara yang waktu itu dipimpin oleh perdana mentri Tony Blair.
Sebelumnya mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni ini telah membatalkan rencana kunjungannya ke Inggris setelah mendengar bahwa pemerintah Inggris telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya karena keterlibatannya dalam kejahatan perang di Jalur Gaza dalam operasi Cast Lead yang digelar Zionis Israel bulan Januari 2008 lalu.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Umat Manusia Akan Menghadapi Malapetaka
Rabu, 16/12/2009 10:35 WIB - Pakistan Kembali Diguncang Bom
Rabu, 16/12/2009 10:20 WIB - Diskriminasi Agama Menyulitkan Muslim Eropa
Rabu, 16/12/2009 10:16 WIB - Sambut Piala Dunia 2010, Afrika Selatan Dirikan Hotel "Halal"
Rabu, 16/12/2009 09:24 WIB - "Surga" yang Dijanjikan, Ditemukan di Pakistan
Rabu, 16/12/2009 08:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




