Anggota Parlemen Israel Serukan Untuk Boikot Produk Inggris

Sebagai balasan atas sikap pengadilan Inggris yang akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tokoh opisisi yang juga mantan menteri luar negeri Israel - Tzipi Livni - atas tuduhan kejahatan perang yang ia lakukan selama agresi militer Israel ke jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 1.400 rakyat Palestina, sekitar empat puluh orang anggota parlemen Israel menyerukan untuk memboikot produk-produk Inggris dan menyetop ekspor produk-produk Israel ke Inggris sebagai bagian dari protes atas sikap pengadilan Inggris tersebut.
Ditanda tangani oleh anggota parlemen dari kelompok oposisi mayoritas di parlemen partai Kadima, mereka membuat sebuah petisi untuk memboikot produk-produk Inggris. Petisi ini diprakarsai oleh anggota parlemen Israel dari partai Kadima - Ronit Tirosh.
Tirosh dalam pernyataannya menyatakan bahwa masyarakat Israel harus berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk asal Inggris jika Inggris tidak segera mencabut keputusan pengadilan mereka itu yang akan menangkap Livni sebagai terdakwa kasus kejahatan perang Gaza.
Ia juga memberikan rekomendasi kepada departemen pertanian dan perdagangan Israel untuk mengidentifikasi produk-produk yang dijual Israel apakah berasal dari Inggris atau bukan, agar lebih mudah masyarakat memboikot produk-produk Inggris.
Akibat surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Inggris untuk menangkap Livni, hubungan kedua negara tersebut sempat menegang. Bahkan duta besar Israel untuk Inggris Ron Prosor menyatakan dalam mengomentari perintah pengadilan,"Situasi saat ini tidak dapat ditoleransi lagi, dan sudah waktunya untuk segera berubah!"(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Kecaman Meluas Terhadap Ulama Saudi yang Bolehkan "Ikhtilat"
Jumat, 18/12/2009 09:38 WIB - Pelajar Ateis Tolak Membaca Injil dalam Pelajaran Sastra
Jumat, 18/12/2009 09:07 WIB - Ulama Malaysia Usulkan Undang-Undang Melarang Sihir
Kamis, 17/12/2009 16:34 WIB - Bank Terbesar Swiss Didenda Ratusan Juta Dollar
Kamis, 17/12/2009 16:03 WIB - Pejabat dan Diplomat AS Tak Bisa Seenaknya Lagi Masuk Pakistan
Kamis, 17/12/2009 14:15 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




