Anggota Parlemen Israel Serukan Untuk Boikot Produk Inggris

Sebagai balasan atas sikap pengadilan Inggris yang akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tokoh opisisi yang juga mantan menteri luar negeri Israel - Tzipi Livni - atas tuduhan kejahatan perang yang ia lakukan selama agresi militer Israel ke jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 1.400 rakyat Palestina, sekitar empat puluh orang anggota parlemen Israel menyerukan untuk memboikot produk-produk Inggris dan menyetop ekspor produk-produk Israel ke Inggris sebagai bagian dari protes atas sikap pengadilan Inggris tersebut.

Ditanda tangani oleh anggota parlemen dari kelompok oposisi mayoritas di parlemen partai Kadima, mereka membuat sebuah petisi untuk memboikot produk-produk Inggris. Petisi ini diprakarsai oleh anggota parlemen Israel dari partai Kadima - Ronit Tirosh.

Tirosh dalam pernyataannya menyatakan bahwa masyarakat Israel harus berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk asal Inggris jika Inggris tidak segera mencabut keputusan pengadilan mereka itu yang akan menangkap Livni sebagai terdakwa kasus kejahatan perang Gaza.

Ia juga memberikan rekomendasi kepada departemen pertanian dan perdagangan Israel untuk mengidentifikasi produk-produk yang dijual Israel apakah berasal dari Inggris atau bukan, agar lebih mudah masyarakat memboikot produk-produk Inggris.

Akibat surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Inggris untuk menangkap Livni, hubungan kedua negara tersebut sempat menegang. Bahkan duta besar Israel untuk Inggris Ron Prosor menyatakan dalam mengomentari perintah pengadilan,"Situasi saat ini tidak dapat ditoleransi lagi, dan sudah waktunya untuk segera berubah!"(fq/imo)

Jumat, 18/12/2009 10:05 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Adiwarman: Pertumbuhan Bank Syariah Akan Cepat pada 2010

Pengamat dan konsultan bisnis syariah terkemuka Indonesia, Adiwarman Karim, berani memproyeksi angka Rp101,1 triliun total aset perbankan syariah di 2010. Perhitungan itu hasil dari pertimbangan modal dan data historis pertumbuhan bank-bank syariah baru di 2010.

Kesejahteraan, Tujuan dari Perbankan Syariah

Ibarat rumah, perbankan syariah memiliki pondasi, pilar dan atap. Pondasi inilah yang menjadi dasar pembangunan bank syariah. Pembangunan pondasi harus kuat karena pondasi yang rapuh akan membuat bangunan perbankan syariah ikut rapuh.

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Jika Terdesak Doraemon Baru Muncul

Bill menuai sukses di bisnisnya saat menjual program DOS kepada IBM. Ajaibnya saat Bill menawarkan program DOS ke IBM, BIll bersama rekannya, Paul dan Steve sama sekali belum memiliki program itu dan lebih gilanya lagi..

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Dunia Islam
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login