Anggota Parlemen Israel Tuntut Pelarangan Buku "Taurat Raja"

Seorang warga Arab yang merupakan anggota parlemen Israel menyerukan adanya larangan terhadap sebuah buku yang ditulis oleh seorang rabi Yahudi yang mengizinkan untuk melakukan pembunuhan terhadap anak-anak non-Yahudi jika mereka menimbulkan ancaman bagi keamanan, menurut laporan media Selasa kemarin.
Buku setebal 320 halaman yang berjudul "Taurat Raja" adalah kumpulan maklumat keagamaan Yahudi, dan didukung oleh kelompok sayap kanan fanatik serta kelompok-kelompok ekstremis Yahudi, yang menyetujui adanya pembunuhan terhadap warga non-Yahudi, termasuk bayi dan anak-anak, jika mereka mengancam terhadap keamanan Israel.
Dr Jamal Zahalka, perwakilan Knesset dari partai nasionalis Arab Balad, mengajukan keberatan kepada Jaksa Agung dan meminta buku tersebut dilarang dan penulisnya, Rabi Yitzhak Shapira dituntut ke pengadilan, surat kabar Lebanon Assafir melaporkan pada hari Selasa kemarin.
Zahalka menyamakan petunjuk dalam buku tersebut dengan tindakan kejam Israel terhadap warga Palestina sembari menambahkan "satu-satunyanya perbedaan adalah bahwa Israel mencoba untuk membenarkan tindakan kejahatan mereka sedangkan penulis buku penulis berpendapat bahwa tidak perlu untuk memberikan penjelasan untuk membunuh orang-orang Arab."
Menurut Rabbi Shapira, masyarakat non-Yahudi yang melemahkan kedaulatan Yahudi, bahkan oleh sebuah pidato, harus dibunuh sekalipun mereka tidak secara langsung terlibat dalam situasi yang mengancam kedaulatan negara yahudi.
Banyak para rabi Yahudi terkemuka memuji buku tersebut dan merekomendasikan untuk diberikan kepada para siswa dan pengikut Yahudi, harian Israel Haaretz melaporkan pada Senin lalu. Buku ini berdasarkan pada kutipan dari alkitab yang kemudian Rabi Shapira menambahkan pendapatnya.
Penerbitan buku bertepatan dengan peringatan kematian Meir Kahane, seorang rabi ultra-nasionalis dan anggota Knesset yang mengkampanyekan pengusiran massal warga Palestina.
Buku itu juga dijual di sekolah-sekolah agama di pemukiman yahudi Yitzhar, dekat Nablus.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Pemerintah Rusia Mengakui Polisinya Korup
Rabu, 11/11/2009 10:58 WIB - Teka-Teki Insiden Fort Hood, Hasan Menolak Bicara
Rabu, 11/11/2009 09:52 WIB - Klarifikasi Nik Aziz : "Tidak Ada Bai'at Cerai Dalam Kepala Saya"
Rabu, 11/11/2009 08:34 WIB - Babak Baru Bulan Madu AS-Afghanistan: Ada Apa Di Balik Kemenangan Karzai?
Rabu, 11/11/2009 06:36 WIB - Bagaimana Facebook Menjadi Alat Politik Yahudi?
Rabu, 11/11/2009 06:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




