Anggota Parlemen Israel Tuntut Pelarangan Buku "Taurat Raja"

Rabu, 11/11/2009 11:04 WIB Cetak |  Kirim

Seorang warga Arab yang merupakan anggota parlemen Israel menyerukan adanya larangan terhadap sebuah buku yang ditulis oleh seorang rabi Yahudi yang mengizinkan untuk melakukan pembunuhan terhadap anak-anak non-Yahudi jika mereka menimbulkan ancaman bagi keamanan, menurut laporan media Selasa kemarin.

Buku setebal 320 halaman yang berjudul "Taurat Raja" adalah kumpulan maklumat keagamaan Yahudi, dan didukung oleh kelompok sayap kanan fanatik serta kelompok-kelompok ekstremis Yahudi, yang menyetujui adanya pembunuhan terhadap warga non-Yahudi, termasuk bayi dan anak-anak, jika mereka mengancam terhadap keamanan Israel.

Dr Jamal Zahalka, perwakilan Knesset dari partai nasionalis Arab Balad, mengajukan keberatan kepada Jaksa Agung dan meminta buku tersebut dilarang dan penulisnya, Rabi Yitzhak Shapira dituntut ke pengadilan, surat kabar Lebanon Assafir melaporkan pada hari Selasa kemarin.

Zahalka menyamakan petunjuk dalam buku tersebut dengan tindakan kejam Israel terhadap warga Palestina sembari menambahkan "satu-satunyanya perbedaan adalah bahwa Israel mencoba untuk membenarkan tindakan kejahatan mereka sedangkan penulis buku penulis berpendapat bahwa tidak perlu untuk memberikan penjelasan untuk membunuh orang-orang Arab."

Menurut Rabbi Shapira, masyarakat non-Yahudi yang melemahkan kedaulatan Yahudi, bahkan oleh sebuah pidato, harus dibunuh sekalipun mereka tidak secara langsung terlibat dalam situasi yang mengancam kedaulatan negara yahudi.

Banyak para rabi Yahudi terkemuka memuji buku tersebut dan merekomendasikan untuk diberikan kepada para siswa dan pengikut Yahudi, harian Israel Haaretz melaporkan pada Senin lalu. Buku ini berdasarkan pada kutipan dari alkitab yang kemudian Rabi Shapira menambahkan pendapatnya.

Penerbitan buku bertepatan dengan peringatan kematian Meir Kahane, seorang rabi ultra-nasionalis dan anggota Knesset yang mengkampanyekan pengusiran massal warga Palestina.

Buku itu juga dijual di sekolah-sekolah agama di pemukiman yahudi Yitzhar, dekat Nablus.(fq/aby)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG