Antisipasi "Black Magic", Presiden Pakistan Rajin Sembelih Kambing Hitam

Kamis, 28/01/2010 08:46 WIB | Arsip | Cetak

Ternyata praktek klenik tidak hanya menimpa presiden-presiden yang ada di Indonesia, bahkan presiden Pakistan yang negaranya praktek ke islamannya lebih "baik" dari Indonesia pun tidak luput dari tradisi sesat dan menyesatkan tersebut.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari telah menyembelih kambing hitam di rumahnya hampir setiap hari untuk menangkal "mata-mata jahat" dan melindunginya dari "black magic/ilmu hitam", lapor sebuah surat kabar pada hari Rabu kemarin (27/1).

Seorang jurubicara presiden mengatakan kepada surat kabar "Dawn" bahwa kambing disembelih sebagai tindakan melakukan Shadaqah - yang berarti "amal ikhlas" dalam Islam, dimana umat Islam memberikan uang yang ia punya atau daging binatang yang disembelih untuk diberikan kepada kaum miskin agar mendapat berkat Allah dan mencegah kemalangan .

"Sudah lama Zardari melakuan praktik Shadaqah seperti ini. Dia telah melakukan hal ini untuk waktu yang lama," kata juru bicara presiden, Farhatullah Babar, kepada surat kabar Dawn.

Pakistan adalah negara Muslim yang sebagian besar umat Islam disana banyak yang melakukan Shadaqah. Meskipun mayoritas Muslim, namun banyak warga Pakistan yang juga melakukan praktek-praktek takhayul dan khurafat tertentu.

Ratusan kambing telah dikorbankan di rumah Zardari sejak ia dilantik pada bulan September 2008, seperti dilaporkan surat kabar Dawn.

Para pengecam dan oposan mengatakan bahwa mereka melihat "tindakan ke relijiunitas baru" Zardari tersebut, lebih merupakan sebuah tanda kegugupan Zardari dalam menghadapi meningkatnya masalah yang ia alami.

Zardari, yang naik ke tampuk kekuasaan setelah terjadi pembunuhan terhadap istrinya, mantan perdana menteri Benazir Bhutto, pada akhir tahun 2007, pemerintahannya menjadi semakin populer karena menghadapi berbagai masalah dari militan Islam hingga persaingan ekonomi dan politik.

Sebuah putusan Mahkamah Agung bulan lalu telah membatalkan amnesti bagi Zardari, beberapa petinggi dan ribuan aktivis politik dan tokoh-tokoh pemerintah telah memicu badai politik dan berharap Zardari segera turun dari jabatannya.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang