Antisipasi "Black Magic", Presiden Pakistan Rajin Sembelih Kambing Hitam

Ternyata praktek klenik tidak hanya menimpa presiden-presiden yang ada di Indonesia, bahkan presiden Pakistan yang negaranya praktek ke islamannya lebih "baik" dari Indonesia pun tidak luput dari tradisi sesat dan menyesatkan tersebut.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari telah menyembelih kambing hitam di rumahnya hampir setiap hari untuk menangkal "mata-mata jahat" dan melindunginya dari "black magic/ilmu hitam", lapor sebuah surat kabar pada hari Rabu kemarin (27/1).
Seorang jurubicara presiden mengatakan kepada surat kabar "Dawn" bahwa kambing disembelih sebagai tindakan melakukan Shadaqah - yang berarti "amal ikhlas" dalam Islam, dimana umat Islam memberikan uang yang ia punya atau daging binatang yang disembelih untuk diberikan kepada kaum miskin agar mendapat berkat Allah dan mencegah kemalangan .
"Sudah lama Zardari melakuan praktik Shadaqah seperti ini. Dia telah melakukan hal ini untuk waktu yang lama," kata juru bicara presiden, Farhatullah Babar, kepada surat kabar Dawn.
Pakistan adalah negara Muslim yang sebagian besar umat Islam disana banyak yang melakukan Shadaqah. Meskipun mayoritas Muslim, namun banyak warga Pakistan yang juga melakukan praktek-praktek takhayul dan khurafat tertentu.
Ratusan kambing telah dikorbankan di rumah Zardari sejak ia dilantik pada bulan September 2008, seperti dilaporkan surat kabar Dawn.
Para pengecam dan oposan mengatakan bahwa mereka melihat "tindakan ke relijiunitas baru" Zardari tersebut, lebih merupakan sebuah tanda kegugupan Zardari dalam menghadapi meningkatnya masalah yang ia alami.
Zardari, yang naik ke tampuk kekuasaan setelah terjadi pembunuhan terhadap istrinya, mantan perdana menteri Benazir Bhutto, pada akhir tahun 2007, pemerintahannya menjadi semakin populer karena menghadapi berbagai masalah dari militan Islam hingga persaingan ekonomi dan politik.
Sebuah putusan Mahkamah Agung bulan lalu telah membatalkan amnesti bagi Zardari, beberapa petinggi dan ribuan aktivis politik dan tokoh-tokoh pemerintah telah memicu badai politik dan berharap Zardari segera turun dari jabatannya.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- PBB Hapus Lima Nama Taliban dari Daftar Teroris
Kamis, 28/01/2010 08:46 WIB - Ditemukan Kepala Babi di Dua Masjid Malaysia
Kamis, 28/01/2010 08:12 WIB - Imam Masjid Sunni Lebanon Diculik
Kamis, 28/01/2010 07:52 WIB - Lomba Peras Susu Onta di Emirat
Kamis, 28/01/2010 07:49 WIB - Jenderal AS: Militan Irak Makin "Kreatif"
Rabu, 27/01/2010 15:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




