Antisipasi "Terorisme" Norwegia Tugaskan Seorang Imam di Penjara

Sabtu, 15/08/2009 06:57 WIB | Arsip | Cetak

Untuk mewaspadai dan memerangi 'ekstrimisme Islam', baru-baru ini Polisi Pelayanan Keamanan (Police's Security Service/PST) Norwegia mengatakan bahwa mereka akan mengambil seorang imam untuk dijadikan imam di penjara Norwegia sekaligus diharapkan imam tersebut dapat membantu dan mengarahkan pemahaman para tahanan yang diidentifikasikan berideologi 'radikal'.

Imam tersebut akan bekerja untuk 'mengarahkan' para tahanan Muslim supaya terhindar serta cenderung untuk bertindak ekstrim dan radikal. Dalam satu kasus seorang tahanan Muslim yang memiliki pemahaman 'radikal' di penjara malah melakukan kampanya rekrutmen di penjara Norwegia.

"Para tahanan Muslim sangat gampang terinspirasi oleh ideologi Islamis ekstrim. Tugas kami adalah, bekerja sama dengan para petugas di penjara untuk mendeteksi sinyal bahaya dan menggunakan langkah-langkah terbaik untuk menghalangi mereka semakin berkembang," kata pimpinan PST Jørn Holme kepada TV2.

Dia mengusulkan untuk menggunakan imam untuk mencegah bangkitanya 'ekstrimisme', karena imam tersebut akan menjadi salah satu sumber daya yang dapat mencegah hal tersebut.

"Imam yang baik dan bijaksana akan dapat mengatakan ketika ada pandangan keagamaan yang berbahaya dalam lingkup ajaran Islam."

Penjara-penjara Eropa telah menjadi sebagai sarana pusat rekrutmen untuk kelompok-kelompok Islam 'radikal'. Salah satu contoh, mantan narapidana Muslim yang berperan dalam kasus bom di Madrid Spanyol tahun 2004 lalu.

Imam Tayyib Mian menyambut baik usulan dari pimpinan PST itu sambil mengatakan akan memberikan kontribusi kepada seluruh inisiatif yang mendukung kearah pembangunan yang positif.

"Kami mempunyai tradisi mengunjungi orang-orang yang ada di rumah sakit dan di dalam penjara. Jadi kami pikir bahwa inisiatif dari PST dan Jørn Holme sangat positif," kata Mian kepada TV2.

Inisiatif ini diharapkan untuk membawa PST, pejabat penjara dan perwakilan komunitas muslim untuk membahas kerjasama yang lebih formal.(fq/dagbladed)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang