Apa Kabar, Lembah Swat?

Rabu, 20/05/2009 15:54 WIB | Arsip | Cetak

Tidak kurang dari dua bulan, Lembah Swat berubah-ubah status, bermula dikuasai oleh pemerintah Pakistan dan terbengkalai, kemudian menyerahkan diri pada Taliban dan kondisi berangsur baik, kembali lagi pada kekacauan yang lebih parah. Ini tak lepas dari campur tangan tentara AS dalam mengusir Taliban dari wilayah itu.

Saat ini tengah terjadi eksodus besar-besaran di Lembah Swat. Dilaporkan Lembah Swat bisa lebih buruk daripada kondisi Rwanda pada tahun 1994 dimana terjadi genosida besar-besaran. Tidak kurang dari 1,5 juta orang mengungsi, tidak termasuk 300.000 yang belum terdaftar. "Sudah bertahun-tahun peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi," ujar Ron Redmond, juru bicara UNHCR (komisi khusus PBB yang mengurusi pengungsi). "Peristiwa Rwanda bisa terjadi lagi di tempat ini."

Militer Pakistan yang dibantu oleh tentara asing memang membabi buta. Mereka tampaknya begitu gelap mata dalam memburu Taliban. Selama satu pekan belakangan ini, pesawat jet dan helikopter tempur memborbardir setiap jengkal Lembah. Tak ada tempat di Lembah yang tak dijelajahi oleh militer Pakistan. Penyerangan yang dilakukan oleh militer Pakistan ini, celakanya, terlalu kebablasan, hingga penduduk sipil ikut menjadi korban pula. Atau mungkin juga mereka tidak lagi peduli kepada rakyatnya sendiri.

Para pengamat politik dan pekerja sosial mengatakan jika tak ada pasokan bantuan dari luar, maka dikhawatirkan akan terjadi destabilisasi politik, karena memicu rakyat Paksitan yang memang sudah kecewa terhadap pemerintahannya.

Bagaimana dengan Taliban? Maulana Fazlullah, pemimpin Taliban di Swat, mengatakan bahwa Taliban masih kokoh, dan akan bertempur menghadapi pasukan asing sampai titik darah penghabisan. (sa/grdn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang