Apakah Taliban Membunuh Warga Sipil?
Salah satu yang mengiringi isyu Taliban adalah kelompok Mujahidin ini diberitakan sering kali mengintimidasi dan membunuh para penduduk sipil, baik di Afghanistan ataupun di Pakistan.
Pada 13 Februari 2006, Komandan Taliban, Mullah Dadallah, komandan Taliban yang paling terkenal, diwawancarai dan disiarkan langsung oleh TV Al-Jazeera.
Berikut adalah beberapa kutipan penting dari wawancaranya:
"Adapun operasi Spin Boldak, itu adalah hasil karya pemerintahan. Pemerintah mengajak penduduk untuk memerangi kami dan menyebutkan hal itu sebagai perjuangan syahid. Itu sama sekali bukan sebuah operasi mencari mati syahid. Beberapa Muslim yang tidak bersalah, terbunuh. Para pejabat mengorbankan beberapa orang dari mereka sendiri untuk merusak citra Muslim dan Taliban. Kami tidak membunuh warga sipil."
"Istilah kami untuk mengakhiri perang adalah bahwa Amerika menarik diri dari Irak dan Afghanistan, dan tanpa syarat berhenti merugikan umat Islam. Kemudian kami akan mempertimbangkan untuk bernegosiasi dengan mereka." tambahnya
Pewawancara: "Mengapa Anda menghubungkan isu Afghanistan dengan Irak dan daerah lain?"
Mullah Dadallah: "Masalah Irak saat ini adalah keprihatinan semua Muslim. Kami tidak berperang di sini (hanya) untuk Afghanistan, tetapi untuk semua bangsa-bangsa di dunia Islam. Hal yang sama juga berlaku bagi para Mujahidin di Irak. Para kafir menyerang dunia Islam, dan setiap Muslim memiliki kewajiban pribadi untuk membantu saudara Muslim. Jika mereka menarik diri dari Afghanistan, tapi bukan dari Irak, kami akan tetap melawan mereka."
Kemudian Mullah Mansoor, pengganti Mullah Dadallah berkata pula:
"Ini adalah propaganda Amerika bahwa operasi syahid gagal dan kami membunuh warga sipil tak berdosa.... Kami di sini untuk membantu rakyat dan untuk membawa hukum Islam, mengapa kami membunuh pendukung kami? Ini tidak masuk akal, kami mencoba sebaik mungkin untuk menghindari kematian warga sipil ...."
"Kami tidak pernah menggunakan candu dan obat lain. Pemerintah dan pendukung Karzai menjual narkoba itu. Anda tahun, dari 1992-2001 tidak pernah ada narkoba dan pedagangnya, tapi sekarang setiap orang di Kabul memakai narkoba ...." (sa/aljzrh)
Lainnya (Arsip)
- Arab Saudi: Agar Fatwa Tak Lagi Serampangan
Kamis, 11/02/2010 12:24 WIB - Giliran Iran Menghajar Google
Kamis, 11/02/2010 12:04 WIB - Hakimullah Tewas, Taliban Pakistan Krisis Kepemimpinan
Kamis, 11/02/2010 11:29 WIB - Inggris Sembunyikan Bukti-Bukti Penyiksaan di Kamp Gitmo
Kamis, 11/02/2010 10:32 WIB - Media: Seruan Melawan Islam untuk Alihkan Perhatian dari Skandal Seks Gereja
Kamis, 11/02/2010 09:53 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




