Arab, Belajarlah Pada Turki

Senin, 19/10/2009 16:35 WIB | Arsip | Cetak

Peran dan pengaruh Turki di kancah geo-politik Timur Tengah-Kaukasia, khususnya masalah perdamaian di Palestina, kian menanjak saja. Selain melakukan manuver-manuver diplomatik dengan negara-negara sekitar kawasannya, Turki juga terus menekan tensi hubungannya dengan Israel sebagai sekutu strategisnya di kawasan.

Yang terbaru pada pekan ini adalah dibukanya traktat kesepakatan damai dengan Armenia, "musuh bebuyutan" Turki selama lebih seabad, dan dibukanya perbatasan Turki-Suriah (negara Arab di sayap wilayah Levantine/Syam yang berpengaruh) secara bebas.

Sementara itu, di sisi yang lain, Turki juga tampak mencoba memainkan dan mengendalikan peran dalam hubungannya dengan Israel, musuh utama negara-negara Arab yang di satu sisi juga sekutu terdekat Turki di kawasan Timur Tengah, sebagai bentuk reaksi Turki atas kejahatan perang yang dilakukan Israel di hadapan Palestina.

Reaksi Turki atas kejahatan perang Israel mulai diperlihatkan negara pewaris imperium agung Utsmaniyyah (Ottoman) itu di awal tahun ini, yaitu ketika PM Turki Recep Tayyep Erdogan dengan lantang mengkritik Israel di hadapan Presiden Israel Simon Peres saat KTT Ekonomi Davos, Swiss. Sontak, sikap Turki ini menjadikan publik internasional "geger".

Reaksi Turki tersebut dilanjutkan pada langkah yang lebih serius dan "mematikan", yaitu ketika angkatan bersenjata Turki memutuskan untuk membatalkan latihan militer bersama dengan Israel (juga Amerika dan Italia) yang sedianya dilakukan di wilayah Turki pada awal bulan ini. Lagi, keputusan ini mengejutkan dan menyita perhatian mata dunia.

Reaksi yang lain juga datang dari dalam negeri Turki secara bertubi-tubi, kali ini dari kalangan sineas, ketika salah satu kanal televisi Turki menayangkan sinetron berjudul "Veda" (Perpisahan), yang mengisahkan drama kehidupan rakyat Palestina saat agresi Israel ke Gaza. Di beberapa scan sinetron itu, digambarkan beberapa orang tentara Israel membantai anak-anak dan perempuan secara keji. Sinetron ini baru saja ditayangkan untuk pertamakalinya pada Jum'at (16/10) kemarin.

Sabtu (17/10) esok harinya, PM Turki Erdogan menegaskan jika negaranya, Turki, adalah negara besar yang akan senantiasa melindungi orang-orang yang tertindas dan terzalimi, serta tidak akan tinggal diam di hadapan sistem tiran yang zalim.

Dan Ahad (18/10) berikutnya, Presiden Turki Abdullah Gul dalam wawancaranya dengan televisi nasional Turki TRT menegaskan jika Turki siap menghadapi segala kemungkinan resiko yang muncul akibat sikapnya. "Turki telah melakukan langkah yang benar untuk membela kebenaran. Dan atas semua ini, Turki siap menghadapi semua kemungkinan resiko dengan patriotis," tegas Gul.

Selain melakukan manuver-manuver di atas, Turki juga rajin melakukan perbaikan di dalam negerinya, di semua bidang, utamanya reformasi, HAM, ekonomi, pendidikan, teknologi, industri, kesejahteraan sosial, dan lain-lain. Tak mengherankan kalau dengan upaya perbaikan tersebut Turki menjadi negara termaju dan terdepan di Timur Tengah, jauh di atas negara-negara Arab yang kaya minyak.

Di samping itu, prosesi Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa kian progresif. Wakil kepala dewan kebijakan Uni Eropa Gunter Ferhoghen, pada Sabtu (17/10) kemarin menyatakan jika Uni Eropa sebenarnya jauh lebih membutuhkan Turki dari pada Turki yang membutuhkannya.

"Turki memegang banyak kartu strategis," terang Gunter.

Turki kini adalah pemain di kawasan. Jelas, negara-negara Arab (yang kerap diidentikkan sebagai 'para pemimpin dunia Islam') harus banyak belajar dari Turki dalam berbagai hal, sedikit-dikitnya belajar untuk bisa bersikap tegas dan tidak "plonga-plongo" di hadapan masalah Israel-Palestina, masalah rumah tangga dan saudara kandung Arab sendiri. (L/dari berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang