Arab, Bukan Lagi Negara-Negara Kaya?

Rabu, 06/01/2010 19:22 WIB | Arsip | Cetak


Jumlah penduduk miskin di negara-negara Arab terus meningkat. Begitu juga jumlah pengangguran. Krisis tumbuh. Hal ini dapat dibaca di wajah pemuda-pemuda Arab yang frustrasi, yang menunggu pekerjaan di trotoar, atau di meja-meja kedai kopi—bahkan para pemuda dari negara-negara Teluk yang kaya dipadati oleh pengangguran.

Banyak dari mereka telah menggunakan "koneksi" untuk mendapatkan pekerjaan atau pekerjaan yang dikuasi oleh orang asing.

Terdapat 17 juta pengangguran di negara-negara Arab. Organisasi Buruh Arab berspekulasi bahwa jumlah itu kemungkinan meningkat menjadi 20 juta, karena sekitar 3,5 juta diperkirakan akan kehilangan pekerjaan mereka karena dampak dari krisis keuangan global.

Secara paralel, proporsi pemuda yang menganggur lebih dari 50% dari total penduduk di kebanyakan negara-negara Arab, membuat tingkat pengangguran di antara para pemuda menjadi tertinggi di antara negara-negara di dunia.

Angka kemiskinan di negara-negara Arab masih tinggi, menurut "The Development Challenge In Arab COuntries" yang disusun oleh Liga Arab baru-baru ini, 140 juta orang Arab hidup di bawah garis kemiskinan, yaitu setengah dari orang Arab dianggap sangat miskin.

Ini mungkin sebagai isyarat agar Negara-negara dunia ketiga tak lagi sering mengirimkan tenaga kerjanya ke tanah Arab.

Selain itu, selama ini para pemuda Arab—terutama dari Saudi—terkenal sangat pemalas, dikarenakan melimpahnya kekayaan yang ada di Negara mereka. Belum lagi tambahan bonus yang mengalir setiap tahun dari pelaksanaan ibadah haji. Mungkinkah ini sebagai sebuah teguran agar generasi muda Arab tak lagi banyak berleha-leha—karena bekerja tidak, menghafal Al Quran pun sudah semakin ditinggalkan oleh mereka? (sa/dah)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang