Arab Saudi Larang Penggunaan Pengeras Suara Masjid yang Terlalu Keras

Minggu, 26/04/2009 09:28 WIB | Arsip | Cetak

Arab Saudi melarang penggunaan pengeras suara yang terlalu keras yang biasa di gunakan untuk memanggil orang-orang untuk Sholat, karena setiap masjid yang menggunakan pengeras suara saling bersahut-sahutan sehingga menghilangkan fokus dari suara kegiatan sholat dan khutbah yang berlangsung , kata kantor berita resmi Saudi sabtu kemarin.

Menteri urusan Keislaman - Syaikh Shalih Ahlu Syaikh telah memerintahkan tim inspeksi ke masjid-masjid di kota suci Makkah, di Riyadh dan tempat-tempat lain di sekitar kerajaan Saudi untuk melihat penggunaan pengeras suara yang terlalu keras suaranya.

Di kota Madinah, para Imam telah diberi pengarahan supaya adzan panggilan sholat menggunakan pengeras suara yang suaranya keluar, dan setelah itu hanya menggunakan pengeras suara yang hanya terdengar di dalam masjid sewaktu berlangsungnya kegiatan sholat.

Di kota Bahah sebelah barat Arab Saudi, kementrian pengawasan telah menyingkirkan 100 speaker dari 45 masjid karena masjid-masjid tersebut menggunakan pengeras suara yang terlalu keras sehingga mengganggu suara masjid lain.

Panggilan sholat/adzan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Panggilan adzan di masjid-masjid ada sebanyak lima kali dalam sehari.

Banyak masjid yang menempatkan imam dalam berkhutbah menggunakan pengeras suara yang suaranya keluar, sehingga masyarakat menjadi malas dan enggan untuk pergi ke masjid mendengarkan khutbah karena mereka bisa mendengarkannya langsung dari jalan-jalan atau dari rumah-rumah mereka.

Tetapi pihak kementerian mengatakan malah sekarang beberapa masjid mempunyai pengeras suara yang bisa di dengar sejauh lima kilometer.

Hasil dari banyaknya masjid yang saling berdekatan, terutama di tempat-tempat yang banyak masjidnya seperti di Riyadh dan Makkah, setiap masjid akhirnya saling bersahutan satu sama lain sehingga berakibat tidak jelasnya apa yang disampaikan oleh pengkhutbah, kata menteri urusan keislaman.(fq/alarabiya)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang