AS dan Inggris Tutup Kedubesnya di Yaman

Senin, 04/01/2010 10:02 WIB | Arsip | Cetak

Siapa menabur angin akan menuai badai. Itulah yang dialami oleh dua negara bersekutu AS dan Inggris yang mencoba campur tangan dalam kekisruhan di Yaman. Dengan alasan mendapat ancaman dari kelompok Al-Qaida, AS dan Inggris menutup kantor kedutaanbesarnya di Sanaa, ibukota Yaman.

Dalam pengumuman yang dimuat di situs kedubes AS hari Minggu kemarin tertulis bahwa kantor kedubes ditutup "sebagai respon atas ancaman yang terus dilakukan oleh Al-Qaida di Semenanjung Arab untuk menyerang kepentingan-kepentingan AS di Yaman." Pada CNN, John Brennan, asisten keamanan dalam negeri dan anti-terorisme Presiden AS mengatakan bahwa ada indikasi bahwa Al-Qaida sedang merencanakan serangan terhadap sebuah target di Sanaa.

Sementara juru bicara kedubes Inggris hanya mengatakan bahwa mereka menutup kantor kedutaan karena "alasan keamanan". Baik AS maupun Inggris, tidak memberitahu kapan kedubes akan dibuka kembali. Padahal sebelum kedua negara itu memutuskan menutup kantor kedubesnya, Inggris baru saja mengumumkan akan bekerjasama dengan AS dalam memberikan bantuan dana untuk memberantas "teroris" di Yaman.

PM Inggris Gordon Brown mengatakan bahwa ia akan menggelar pertemuan di London tanggal 28 Januari mendatang untuk membahas upaya meredam radikalisasi di Yaman. Sedangkan pemerintah AS menyatakan untuk menghadapi para "teroris" di Yaman, tidak cukup hanya dengan menambah bantuan militer ke negeri itu.

Kebijakan AS dan Inggris menutup kantor kedubesnya di Yaman menuai cibiran dari media massa dan pengamat terorisme. Pemimpin Redaksi Yaman Post, Hakim Al-Masmari menyatakan, penutupan kantor kedubes AS dan Inggris menunjukkan bahwa kedua negara itu meyakini bahwa ancaman Al-Qaida sangat serius.

"Jika Anda melihat rekaman video Al-Qaida belakangan ini, mereka dengan jelas mengatakan tidak punya musuh di Yaman kecuali kepentingan-kepentingan AS di Yaman. Mereka memperingatkan tentara-tentara Yaman untuk tidak bekerjasama dengan Amerika," kata Al-Masmari.

Direktur Center for Study of Terrorism, Mahan Abidin berpendapat, kehadiran Al-Qaida di Yaman sudah sedemikian kuat, bahkan sebelum terjadinya peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. "Yaman sudah menghadapi masalah kelompok militan sejak akhir tahun 1980-an," ujarnya. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang