"AS, Jangan Ganggu Kebebasan Pers di Negara-Negara Arab"

Senin, 25/01/2010 12:24 WIB | Arsip | Cetak

Setelah rapat maraton selama enam, menteri penerangan negara-negara Arab yang berkumpul di ibukota Mesir, Kairo mengeluarkan komunike bersama yang isinya menolak campur tangan negara AS dalam urusan dalam negeri negara-negara Arab termasuk siaran televisi mereka.

Para menteri negara-negara Arab menggelar pertemuan di Kairo untuk membahas draft undang-undang yang dibuat Kongres AS bulan Desember lalu yang isinya antara lain tentang penerapan sanksi terhadap stasiun-stasiun televisi satelit yang dianggap menimbulkan sikap permusuhan terhadap AS dalam siaran-siarannya.

Menteri penerangan negara-negara Arab menilai AS sudah campur tangan dalam masalah pengaturan media massa di negara-negara Arab. Mereka menegaskan bahwa negara-negara Arab lebih berhak mengatur media massanya sendiri berdasarkan undang-undang yang berlaku di negara Arab masing-masing.

Menteri Penerangan Maroko, Khaled Al-Nasseri menyatakan, penolakan mereka terhadap rancangan undang-undang yang dibuat Kongres AS berdasarkan atas prinsip penolakan terhadap "campur tangan negara asing". Di sisi lain mereka juga menyatakan menolak siaran-siaran yang isinya bersifat menghasut untuk melakukan kekerasan atau tindak terorisme, termasuk jika siaran itu ditayangkan oleh televisi-televisi negara Arab.

Menteri Penerangan Libanon, Tarek Mitri menanmbahkan bahwa negara-negara Arab berkomitmen untuk menghormati kebebasan mengeluarkan pendapat dan menolak segala bentuk pembatasan. "Kami mendukung kebebasan pers dan menolak adanya pembatasan. Kebebasan pers memainkan peran yang besar di Libanon yang penduduknya berasal dari latar belakang etnis yang beragam," ujar Mitri.

Keberatan Libanon atas draft undang-undang Kongres AS itu sudah disampaikan oleh Presiden Libanon, Michael Sulaeman saat bertemu senator John McCain dari AS. Sulaeman mendesak agar pemerintah AS menolak draft tersebut.

Draft undang-undang yang mengusulkan penerapan sanksi bagi stasiun-stasiun televisi di Timur Tengah yang dianggap memicu kebencian terhadap negara AS itu didukung penuh oleh mayoritas anggota Kongres AS dengan perbandingan 395 anggota mendukung dan cuma tiga anggota Kongres yang tidak memberikan dukungan. Kongres AS juga memberikan waktu enam bulan pada Presiden Barack Obama untuk membuat laporan tentang "hasutan-hasutan anti-Amerika di Timur Tengah."

Salah satu stasiun televisi negara Arab yang pernah di"ganggu" oleh AS adalah stasiun televisi milik gerakan Hizbullah, Al-Manar yang berbasis di Libanon. (ln/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang