AS Menutup 130 Bank Bangkrut

Rabu, 09/12/2009 11:17 WIB | Arsip | Cetak

Beda antara AS dengan Indonesia. Di AS kalau bank bangkrut tak lagi di tolong dengan bailout, tapi regulator langsung menutup. Tak takut dampak sistemik yang akan terjadi. Di Indonesia bank ‘gembel’ seperti Bank Century, ditolong pemerintah dengan dana talangan alias bailout, yang jumlahnya tak sedikit, Rp 6,7 triliun.

Krisis finansial yang menghantam ekonomi AS, mengakibatkan sektor finasial alias perbankan  banyak yang 'colaps' (bangkrut). Bank-bank di AS rata-rata sudah tidak sanggup lagi menyediakan modal sesuai standar minimum dan tak kuasa menanggung kerugian besar akibat kredit macet. Regulator keuangan AS akhir pekan lalu, menutup lagi enam bank, jumlah bank yang gagal, dan telah ditutup jumlahnya mencapai 130 bank.

Bank kecil diproyeksikan akan terus berjatuhan dan jumlahnya akan terus naik hingga sampai tahu depan. Federal Deposit Insurance Copr (FDIC) selaku lembaga penyamin simapanan mengatakan pemulihan industri perbankan akan mengalami kesulian, membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak mudah menyelesaikannya. FDIC juga melaporkan akhair pekan lalu telah menutup tiga bank di Georgia. Jumlah bank yang gagal di kota sepanjang tahun ini mencapai 24 buah bank. Selain itu, regulator menutup satu bank di Virginia, Illinois dan Ohio.

Dari empat bank yang ditutup tersebut, bank terbesar yang gagal adalah Am Trust Bank yang berlokasi di Cleveland, Ohio. Am Trust memiliki total aset hingga mencapai $ 12 miliar dolar, serta total dana pihak ketiga senilai $ 8 miliar dolar. Sementara itu, kelima bank lainnya, memiliki aset dibawah $ 1 miliar dolar. Kelima bank tersebut adalah Benchmark Bank di Illinois, Greaer Atlantic Bank of Virginia serta tiga bank yang b erada di Georgia, yakni Tattnall Bank, Buckhead Community Bank, dan First Security National Bank. FDIC memprediksi biaya penutupan itu mencapai $ 2.3 miliar dolar,sebagai pengganti dana masyarakat.

Jumlah bank yang ambruk tahun ini mencapai level tertinggi sejak tahun 1992. Tahun lalu tercatat 26 bank gagal. Padahal, tahun 2007 hanya tiga bank yang ditutup.Pada tahun l989, regulator pernah menutup 534 bank, dan rata-rata sekitar 10 bank setiap bulan. Padahal, saat ini AS sedang diguncang masalah simpan pinjam perbankan. FDIC menyatakan biaya penutupan sudah mencapai $ 100 miliar dolar sejak tahun 2009, hingga tahun 2013.

Dibagian lain, Presiden AS Barack Obama yang sudah memutuskan untuk memberikan dana talangan (bailout) sebesar $ 800 miliar dolar, tak mampu menyediakan dananya. Maka, pemerintah dan departemen keuangan AS, memangkas dana talangan itu, menjadi hanya $ 200 miliar. Sangat jauh dari yang dijanjikan Obama. Tidak mudah mendapatkan uang sebanyak itu. Apalagi, mata uang AS yang berupa dolar, sekarang sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat dunia. Jadi masih belum jelas prospek ekonomi AS di masa depan. (m/mi)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang