AS Mulai Operasikan Blok Penjara Baru di Kamp Guantanamo
.jpg)
Meski para penyelidik dari organisasi hak asasi manusia PBB dan dunia internasional berulang kali meminta AS menutup kamp tahanan Guantanamo, AS tetap tutup telinga. Negara Paman Sam itu malah membuat blok penjara baru dan mulai memindahkan sejumlah tahanan ke blok tersebut.
Para pejabat Guantanamo berdalih, blok penjara yang dibangun dengan biaya 37 milyar dollar itu sangat penting untuk melaksanakan misi menahan orang-orang yang oleh AS dianggap sebagai "pejuang musuh."
Komandan Angkatan Laut AS Robert Duran mengatakan, sekitar 42 tahanan sudah dipindahkan ke blok penjara baru yang memiliki 178 sel tahanan itu. Sel dalam penjara tersebut, awalnya didisain sebagai fasilitas keamanan tingkat menengah. Namun disain itu perbaharui sedemikian rupa untuk mengisolasi para tahanan dan membuat mereka tidak bisa berkomunikasi dengan mudah.
Saat ini, sedikitnya ada 100 orang dari 400 orang tahanan di Guantanamo, yang sedang menunggu dibebaskan atau menunggu untuk dipindahkan ke negara lain.
Para tahanan di dalam sel sekarang hanya bisa melihat keluar melalui sebuah jendela yang sempit dan panjang ke sebuah area di mana terdapat meja-meja dan bangku-bangku yang tadinya digunakan untuk tempat berkumpul, tapi sekarang para tahanan sudah dilarang berkumpul.
Ruang untuk rekreasi sekarang dibagi-bagi menjadi beberapa ruangan yang lebih kecil, yang hanya boleh digunakan oleh satu orang tahanan saja. Pintu-pintu kamar mandi juga didisain agar para penjaga bisa membelenggu tangan dan kaki para tahanan sebelum mereka meninggalkan ruangan. Disepanjang lorong dipasang pagar yang tidak memungkinkan para tahanan melompat.
Para tahanan hanya diberi waktu 30 menit untuk menghirup udara segara di luar ruang tahanan dua kali dalam seminggu.
"Kamp baru yang dilengkapi pengontrol udara itu didisain untuk meningkatkan kesehatan baik para tahanan maupun para penjaga," kata Duran.
Menurutnya, dengan adanya fasilitas baru tersebut, angkatan laut AS bisa menutup kamp nomor 3 yang dibangun pada tahun 2002.
Komandan AL AS, Kris Winter menambahkan, modifikasi-modifikasi dalam kamp baru itu memberikan perlindungan bagi para penjaga dari bentrokan dengan para tahanan seperti yang terjadi pada bulan Mei lalu, serta kemungkinan terjadinya kasus bunuh diri para tahanan seperti yang dilakukan tiga orang tahanan pada bulan Juni lalu. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Tel Aviv Kesal Menhan AS Sebut-Sebut Soal Nuklir Israel
Jumat, 08/12/2006 11:24 WIB - Bush "Ogah-Ogahan" Terima Rekomendasi ISG, Malah Bikin Studi Bandingan Soal Irak
Jumat, 08/12/2006 09:53 WIB - Juru Runding Iran Ajak Negara-Negara Arab Bentuk Aliansi Pertahanan Bersama
Kamis, 07/12/2006 16:52 WIB - Opososi Libanon Serukan Demo Besar-besaran Hari Ahad
Kamis, 07/12/2006 15:54 WIB - 40 Lembaga HAM Kritik Pelanggaran HAM oleh Polisi Mesir
Kamis, 07/12/2006 11:19 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




