AS, Negara Lumpuh, Negara Pisang?

Ratusan tahun sudah California disebut sebagai gambaran permulaan masa depan segala zaman, khususnya untuk AS. Tapi apakah sekarang pun masih berlaku? Jika benar, Tuhan pasti tengah menolong Amerika saat ini.
Resesi telah menghantam California demikian muram dan dahsyat. Gelembung bisnis perumahan yang babak belur meledak di California begitu buruk melebihi negara-negara bagian lainnya di AS.
Tingkat pengangguran California mencapai 11%, menjadi yang tertinggi kelima di seantero negeri. Namun, apa yang menjadikan California begitu rapuh adalah ketidakmampuan sistem politiknya dalam merespon situasi sekarang.
Sebelum ekonomi merosot, sebelum kebijakan tak bertanggungjawabnya yang telah melipatkgandakan utang negara bagian, sebelum Arnold Schwarzeneger (benar, bintang film terkenal yang membintangi trilogi Terminator itu!), California adalah negara bagian yang mempunyai sumber daya manusia dan finansial yang luar biasa.
Dilihat dari bentuk apapun, California tidak layak terdepak dalam kubangan krisis fiskal, buruknya pelayanan jasa, dan pelayanan kesehatan untuk anak-anak. Tapi itulah kenyataannya. Anda tak perlu lagi terkejut jika California mengalami kelumpuhan—dan mungkin akan menjadi gambaran AS di masa depan secara keseluruhan.
Krisis California sebenarnya bermula dari 30 tahun yang lalu, ketika penduduknya menyetujui Proposisi 13, sebuah kebijakan yang menempatkan anggaran negara dalam bentuk imaterial (tak berwujud). Pajak kepemilikan demikian tinggi, dan penduduk menjadi korbannya. Kenyataannya, semuanya itu tidak adil dan tak stabil.
Tak adil karena penduduk yang lebih tua membayar pajak lebih sedikit. Tak stabil karena batasan dari pajak kepemilikan telah memaksa penduduk California membayar pajak lebih berat daripada orang di negara bagian lain, terutama ketika resesi terjadi.
Yang lebih penting lagi, Proposisi 13 telah menaikan pajak demikian ekstrem, bahkan di saat krisis seperti sekarang. Parahnya, peraturan ini telah bersinergi lekat dengan tren politik.
Di California, Republikan bertransformasi dari partai Eisenhower ke partai Reagan, dan sekarang tengah pula berganti menjadi Partai Rush Limbaugh.
Karena gelombang politik telah melawan kaum Republikan California, anggota partai ini menjadi lebih ekstrem, bahkan sama sekali tidak tertarik (atau tepatnya tidak peduli) pada kondisi ekonomi pemerintahan.
Akibatnya, kaum Republikan sepertinya siap menjadi kaum minoritas. Akankah hal yang sama terjadi pada AS secara keseluruhan?
Pekan lalu, Bill Gross dari Pimco, sebuah yayasan raksasa di AS, memperingatkan pemerintah AS kemungkinan akan kalah dalam rating utang AAA (kualitas kredit tertinggi di dunia) dalam beberapa tahun ke depan. Gross mengatakan bahwa trilyunan dollar yang dialokasikan oleh pemerintah AS akan mengentaskan krisis ekonomi dan menyelamatkan bank. Apakah betul?
Sepertinya, peringatan Gross tidak masuk akal. Memang betul defisit AS lebih besar daripada negara manapun di dunia, tapi itu berlaku jika hanya kenaikan pajak yang tulus dari rakyatnya terjadi.
Kenyataannya, pajak orang Amerika lebih kecil daripada penduduk di negara maju lainnya. Contoh paling jelasnya adalah California. Carut marut politik California pun sekarang sudah merambah ke tingkat nasional.
Kaum Republikan semakin lemah dalam kekuasaannya. Yang moderat sudah terlempar, dan yang tersisa hanya mereka yang cuma bisa mengusulkan ide negara sosialis. Sama sekali bukan pilihan!
Lantas, apakah Amerika akan mengikuti California menjadi negara yang tak punya pemerintahan? Well, kelemahan California begitu jelas. Contohnya, pajak yang dibebankan kepada rakyatnya.
Siapa yang pernah menyangka bahwa negara AS yang lebih besar daripada negara-negara lainnya di dunia, begitu mudahnya berubah menjadi negara pisang? Negara yang lumpuh tanpa otot dan tulang, tak ubahnya seperti buah pisang.(sa/nytimes)
Lainnya (Arsip)
- Di AS, Membantu Hamas, Dihukum 65 Tahun Penjara
Kamis, 28/05/2009 09:06 WIB - Kamera Awasi Perilaku Anak Muda Saudi
Kamis, 28/05/2009 08:38 WIB - Gelombang Pasang, Taliban Akan Menguasai Pakistan
Kamis, 28/05/2009 08:01 WIB - AS, di Tengah Krisis, Kemarahan dan Senjata Api
Rabu, 27/05/2009 19:07 WIB - Tentara AS, Ke Afghanistan, No Way !
Rabu, 27/05/2009 16:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




