AS Ogah-Ogahan Tentukan Jadwal Penarikan Mundur Pasukannya dari Irak
.jpg)
AS tetap menolak menetapkan jadwal penarikan mundur pasukannya dari Irak, meski pihak Irak mengatakan bahwa mereka hampir mendekati kesepakatan dengan AS tentang jadwal penarikan mundur pasukan koalisi AS dari Negeri 1001 malam itu.
Dalam proposalnya, Irak meminta AS untuk menyerahkan Zona Hijau di Baghdad-di mana terdapat kedutaan besar AS-pada Irak akhir tahun 2008. Dan AS harus sudah menarik pasukannya dari kota-kota di Irak pada 30 Juni 2009. Demikian penjelasan dua pejabat senior Irak yang dekat dengan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dan mengetahui proses negosiasi antara pemerintahnya dengan AS.
Dua pejabat yang minta identitasnya dirahasiakan itu, dalam dua kesempatan berbeda mengatakan, semua pasukan tempur Irak harus sudah meninggalkan negeri itu pada Oktober 2010. Sedangkan personel-personel pendukung masih boleh berada di Irak sampai tahun 2013. Jadwal itu, menurut kedua pejabat tadi, masih bisa berubah mengingat negosiasi masih berlangsung dan jika kedua belah pihak menyetujuinya.
Duta Besar AS di Baghdad menolak memberikan komentar seputar detil perkembangan negosiasi dengan Irak tentang penarikan mundur pasukannya. Juru Bicara Kedubes AS Mirembe Nantongo hanya mengatakan bahwa negosiasi-negoasiasi berjalan "dengan semangat yang konstruktif" atas dasar penghormatan terhadap kedaulatan Irak.
Di Washington, sejumlah pejabat AS mengaku bahwa sudah ada kemajuan dalam penentuan jadwal penarikan mundur pasukan AS dari Irak. Namun masih ada sejumlah persoalan besar yang belum disepakati, antara lain tentang permintaan AS agar pasukannya yang melakukan pelanggaran hukum tidak dikenai tuntutan berdasarkan hukum di Irak.
AS terus mengulur-ulur waktu dengan mengungkapkan berbagai alasan agar tidak secepatnya menarik pasukannya dari Irak. Masa depan Irak pun makin suram di bawah bayang-bayang penjajahan rezim pemerintahan AS yang entah kapan akan berakhir. Bush akan mengakhiri jabatannya bulan Januari mendatang. Sementara dua kandidat presiden AS yang baru Barack Obama dan John McCain, jelas-jelas ingin mempertahankan pasukan AS di Irak.
Obama, kandidat dari Partai Demokrat, yang semula mengedepankan wacana penarikan mundur pasukan AS dari Irak dalam setiap kampanyenya, belakangan mulai berubah sikap. Ketika ditanya berapa pasukan Irak yang perlu disisakan di Irak dalam wawancara dengan Newsweek bulan Juli kemarin, Obama menjawab, "Saya pikir itu tergantung pada situasi Irak secara keseluruhan. Sulit untuk mengatakan di mana kita mungkin berada enam bulan ke depan atau satu tahun ke depan..."
Dalam wawancara itu Obama juga mengatakan Irak masih membutuhkan bantuan pasukan AS, tanpa menyebutkan sampai berapa lama. "Kami akan memberikan dukungan logistik, dukungan intelejen pada Irak. Kami harus membentuk pasukan Irak yang mampu melawan aksi-aksi terorisme. Kami akan melanjutkan pelatihan bagi militer dan polisi Irak, " sambung Obama.
AS masih setengah hati dalam soal penarikan mundur pasukannya, meski sudah mendapat tekanan dari dunia internasional dan dari masyakarat Irak sendiri. Karena jika AS menarik pasukannya, itu artinya AS mengakui kekalahannya dalam perangnya yang sia-sia di Irak dan dalam melawan terorisme. AS akan menanggung malu. (ln/presstv)
Lainnya (Arsip)
- Koalisi Partai Pakistan: Impeachment Musharraf Sebuah Keharusan
Jumat, 08/08/2008 11:13 WIB - Lembaga Mata-Mata AS Klaim Kelompok Islamis China Ancam Kacaukan Olimpide
Jumat, 08/08/2008 10:27 WIB - Pengadilan "Sandiwara" AS, Sopir Usamah Bin Ladin Itu Belum Sepenuhnya Bebas
Jumat, 08/08/2008 09:45 WIB - Seorang Pejabat Saudi Tuntut Pabrik Mobil Nissan Minta Maaf
Kamis, 07/08/2008 17:15 WIB - Inggris Diam-Diam Buat Kesepakatan Rahasia dengan Pasukan Syiah di Irak?
Kamis, 07/08/2008 16:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




