AS Semakin Terjerat Kartu Kredit

Kamis, 14/05/2009 13:42 WIB | Arsip | Cetak

Implikasi kartu kredit masih terus mengepung rakyat AS. Menjelang Memorial Day pada 25 Mei mendatang, bahkan keluarga veteran dan tentara AS pun masih terjepit oleh bunga kartu kredit, satu hal yang belum terjadi sebelumnya.

Saat ini ada sekitar 6 juta orang AS yang menganggur dan menggunakan kartu kredit untuk membeli keperluan mereka dari bulan ke bulan. Sebagian sudah melewati limit yang diizinkan dalam kartu kredit mereka.

Selama resesi dalam beberapa bulan ini, kartu kredit memberikan dampak luar biasa. Dalam satu tahun ini terjadi sesuatu yang banyak membuat rakyat AS jungkir-balik. Usaha bisnis kecil AS adalah mesin ekonomi sesungguhnya dan banyak melahirkan inovasi. Tapi para pemilik usaha kecil inilah yang menjadi korban bailout AS, dan ketika mereka mengajukan pinjaman, bank menolak mereka.

Padahal para pemilik usaha kecil sudah kadung menggunakan kartu kredit dalam menjalankan bisnisnya. Ironisnya, kartu kredit terus menaikan bunganya sampai 30% dan semakin hari dibatasi. Efek kartu kredit semakin menggurita, menurut sebagian pengamat ekonomi AS, adalah karena Kongres AS menangguhkan kucuran dana untuk penanggulan hal ini setidaknya selama setahun ke depan.

Jutaan orang AS sekarang pesimis bisa menyelematkan perusahaan mereka, atau mempertahankan pekerjaannya. Selain itu mereka juga semakin terancam akah kehilangan rumahnya, karena tidak mampu membayar cicilannya. Kondisi ini sangat mengerikan bagi orang Amerika, bahkan dalam konteks bisnis sehari-hari sekalipun.

Ketika Kongres meloloskan dana bailout saat ini, maka rakyat AS akan menanggap hal itu sebagai bagian gelap untuk kaum Demokrat, Republikan dan Kongres sendiri. Sekitar 600 juta pengguna kartu kredit (melebihi jumlah penduduk AS sendiri) akan menerima syarat perubahan di seluruh negeri. Saat ini sekitar 60% penduduk AS sudah terjebak utang oleh kartu kredit mereka. (sa/oed/olg)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang