Asma Abdul Hamid, Presenter TV Pertama Berjilbab di Denmark

Senin, 03/04/2006 07:28 WIB | Arsip | Cetak

Seorang presenter televisi berjilbab muncul pertama kali di siaran televisi Channel 2 Denmark. Dalam acara tersebut sang presenter menguraikan ragam kasus sosial yang menimpa Denmark, termasuk tragedi kartun Rasulullah saw.

Ia adalah Asma Abdul Hamid (23) yang tampil bersama seorang wartawan Denmark Adam Holem (36) pada 29 Maret lalu. Keduanya tampil dalam program pertama yang akan tampil sepanjang 8 episode membicarakan masalah sosial penting yang terjadi di Denmark dengan mengundang seorang nara sumber. Soal pemilihan program tersebut, Asma yang merupakan wanita kelahiran Palestina menyebutkan kepada Islamonline, “Pihak televisi Denmark menghubungi saya dan menyampaikan rencana mereka memproduk siaran seperti itu. Lalu saya terpilih dari empat orang kandidat lainnya. Saya satu-satunya wanita berjilbab dari peserta lainnya.”

Asma juga menolak bila dirinya terpilih untuk memperbaiki imej Denmark yang terpuruk akibat penayangan gambar kartun Rasulullah saw oleh harian Jyllands Posten. “Menurut saya, mereka memilih saya dengan penilian terhadap kemampuan. Saya tidak mengira mereka memilih karena jilbab yang saya kenakan. Saya mampu berbicara bahasa Denmark dengan baik dan menguasai seni dialog dan presentasi,” katanya. Ia menambahkan, “Saya sendiri merasakan bahwa ini adalah langkah berani dari televisi Denmark. Ini tentu saja langkah yang benar, dan wanita tidak perlu melepas jilbab untuk mendapat posisi sosial yang dihormati di Denmark.”

Asma juga menjelaskan bahwa pilihan atas dirinya memikul tanggung jawab besar sebagai wakil atau duta yang mengatasnamakan kaum Muslimin. Karenanya, “Saya selalu berupaya memberi gambar dan penampilan yang baik tentang muslimah berjilbab dalam semua gerak gerik saya. Dalam saya bekerja, belajar atau seluruh kehidupan saya.” Ia mengaku sebagai wanita Muslimah Denmark dan juga Palestina pada waktu yang sama. Hal paling penting baginya adalah, kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi dengan prinsip kemanusiaan di manapun, agar tercipta prinsip ko eksistensi bersama dalam peradaban.

Ia juga menyampaikan bahwa penampilannya didukung banyak kaum Muslimin di Denmark. Meski ada pula yang melarangnya sekedar tampil di televisi, namun mereka jumlahnya sangat sedikit. “Saya berharap agar kaum Muslimin di Denmark tetap menjaga interaksi mereka secara sosial di setiap lapangan kehidupan sosial di Denmark. Agar mereka menjadi bagian dari masyarakat,” harapnya.

Asma datang ke Denmark sejak ia berusia 6 tahun. Ia memperoleh gelar Master dalam ilmu sosial dan terlibat dalam protes keras terhadap Harian Jyllands Posten pada Oktober 2005 lalu. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang