Asy-Syabaab: Serangan Bom Uganda 'Hanya Awal'

Pemimpin kelompok oposisi Islam Somalia Asy-Syabaab, Syaikh Muhammad Ali Jaudani menyatakan bahwa pemboman yang terjadi di Uganda adalah awal dari kegiatan kelompok mereka, dan memperingatkan bakal akan ada operasi lain dimasa mendatang.
Dan melalui beberapa stasiun radio lokal di Somalia pimpinan Asy-Syabaab ini menyatakan bahwa dirinya memberkati pengeboman di Uganda kampal yang dilakukan anggota kelompoknya, dengan memberi selamat kepada para pembom yang telah berhasil melakukan operasi.
Surat kabar Kenya melaporkan bahwa 74 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan yang dilakukan oleh unit kelompok Asy-Syabaab yang disebut unit "Shalih Nabhan."
Syaikh Jaudani mengatakan ia mengucapkan selamat kepada unit kesatuan "Shalih Nabhan" yang telah berhasil menyelesaikan misinya.
Sementara itu, Perdana Menteri Ethiopia Meles Zenawi menyerukan untuk melakukan pemusnahan terhadap kelompok Asy-Syabaab Somalia, dengan alasan bahwa mereka telah melakukan serangan selama bertahun-tahun dan baru-baru ini telah memperluas serangan mereka di luar wilayah Somalia.
Ethiopia telah mengirimkan pasukan militer ke Somalia pada akhir tahun 2006, namun ditarik kembali pada tahun 2009. Setelah gagal untuk mencapai kemenangan apapun di sana.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Hizbullah: Mata-mata Israel Pantas Untuk Mati
Sabtu, 17/07/2010 08:25 WIB - 67% Warga Inggris Setuju Larangan Cadar
Sabtu, 17/07/2010 08:10 WIB - 46 Persen Rakyat Israel Tidak Percaya Obama
Jumat, 16/07/2010 15:46 WIB - Murtadin AS Kampanyekan Tolak Hukuman Mati Bagi Muslim yang Murtad
Jumat, 16/07/2010 15:44 WIB - Otoritas Palestina Minta Turki Boikot Produk Israel
Jumat, 16/07/2010 15:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




