Melecehkan Agama, Game "Dante's Inferno" Dilarang Beredar di Timur Tengah

Senin, 15/02/2010 13:53 WIB | Arsip | Cetak

Perusahaan penyedia game terkenal "Electronic Arts" yang biasa membuat game-game untuk konsol Playstation, Xbox maupun PC, lewat cabang mereka yang berbasis di Uni Emirat Arab - memutuskan untuk menghentikan distribusi salah satu game terbaru buatan mereka yang berjudul "Dante's Inferno" di Timur Tengah, sebuah game yang diambil dari epik komedi terkenal yang ditulis oleh penyair Italia bernama Dante, atas alasan bertentangan dengan budaya serta agama.

Menurut pernyataan dari perusahaan "Electronic Arts", mereka melihat dalam cerita yang ada di game "Dante's Inferno, ide-ide yang tampil dalam game tersebut sangat tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya dan komunitas-komunitas keagamaan yang ada di Timur Tengah, yang sebagian besar adalah negara-negara muslim Arab - jadi "EA" memutuskan untuk tidak mendistribusikan game itu, seperti dilaporkan oleh kantor berita UEA mengutip berita dari surat kabar ekonomi "Arab Bisnis".

Game kontroversial yang mulai memasuki pasar Amerika dan Eropa minggu lalu, terpusat pada cerita berupa permainan dimana user akan memainkan sebuah permainan perang dengan sembilan level, yang mencerminkan konfigurasi pertempuran melawan setan-setan, sedangkan sembilan level pada game ini melambangkan sembilan lingkaran neraka, sebagimana tercantum dalam kisah epik karya Dante (1265-1321) yang sangat terkenal.

Kisah komedi yang luar biasa puistis yang di tulis oleh penyair Italia Dante ini sebenarnya menceritakan perjalanan seseorang ke sebuah tempat yang pada kisah itu disebut sebagai Neraka, dan oleh para ulama Islam kisah seperti itu dianggap pelanggaran terhadap ajaran Islam, dimana Dante dengan seenaknya menuliskan tentang neraka dan surga versi dirinya yang bertentangan dengan ayat-ayat Al-Quran, di samping adanya pandangan negatif Dante terhadap Nabi Muhammad SAW.

Untuk alasan yang sama, perusahaan game "Electronic Arts", juga memutuskan untuk menarik peredaran beberapa game-game buatan mereka dari Timur Tengah, termasuk versi kedua dari game "The Godfather" dan game "Grand Theft Auot dan "Warlord" serta "Dark Side".

Keputusan perusahaan game EA untuk menarik dan tidak mendistribusikan game-game buatan mereka yang dianggap "sensitif" telah menimbulkan kekhawatiran dari perusahaan game lainnya yang takut game buatan mereka juga akan mengalami embargo, serta menimbulkan keprihatinan dari perusahaan-perusahaan lokal dari hilangnya pendapatan mereka, terutama diperkirakan pendapatan dari penjualan game di Timur Tengah lebih dari 1 miliar dolar AS.

Walaupun perusahaan EA memutuskan untuk tidak menjual game buatan mereka di Timur Tengah, namun tidak menutup kemungkinan game-game terlarang tersebut bisa masuk ke pasaran Timur Tengah secara ilegal, seperti pembajakan game atau lewat penyelundupan yang dengan mudah dapat masuk ke Timur Tengah serta dapat dijalankan dengan mudah lewat konsol game yang banyak beredar di negara-negara Arab, termasuk Playstation, Playstation Portable dan Xbox 360.

Masalah seperti ini selalu timbul dari waktu ke waktu di dunia Arab maupun barat, baik perdebatan tentang aspek keagamaan yang ada di game tersebut maupun perdebatan terkait sadisnya isi game itu.

Pada bulan mei 2007, di AS sempat terjadi perdebatan ketika perusahaan game AS membuat sebuah game untuk anak-anak yang berjudul "Soldiers of God" merujuk kepada umat kristen bersenjata, dan oleh para kritikus game tersebut dianggap membingungkan karena mencampurkan aspek hiburan dan agama.

Pada bulan Oktober 2008, perusahaan indistri game terbesar di dunia Sony, terpaksa harus menarik jutaan copy game terbaru mereka, setelah timbulnya protes besar-besaran yang dilakukan umat Islam karena game buatan mereka dianggap melecehkan Al-Quran - di mana dalam game yang berjudul "Little Big Planet", digabungkan beberapa ayat-ayat A-Quran dengan musik yang ada di permainan tersebut.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang