Ayman : Kemenangan Segera Datang di Afghanistan dan Irak

Ayman al-Zawahiri, pemimpin nomor 2, al-Qaidah, menegaskan bahwa dia dan para pengikutnya segera mendapatkan kemenangan perang melawan penjajah AS di Afghanistan dan Iraq. Selanjutnya, sesudah kemenangannya atas AS di Afghanistan dan Irak, terus dilanjutkan perjuangan mereka membebaskan Jerusalem dari pendudukan Yahudi-Zionis Israel, melalui perang.
Sebuah audio yang direlisie oleh Media As-Sahab, yang menjadi underbow Al-Qaidah itu, diterima CNN, meskipun pernyataan Ayman itu belum dapt diverifikasi kebenarannya. Memang, tak lama AS, yang sudah bangkrut dan gagal perang akan hengkang dari Irak dan Afghanistan. AS sekarang menjadi miskin akibat krisis, yang salah satunya dipicu, karena terus membengkaknya biaya perang, sejak zamannya Presiden Bush.
Menurut rekeman As-Sahab itu, sekarang kelompok yang dituduh oleh media Barat, sebagai kelompok radikal Islam, sedang mempersiapkan diri menghadapi perang baru melawan Israel, pasca kekalahan AS di Irak dan Afghanistan. Kelompok pejuang Islam itu, ingin membebaskan wilayah atau negara-negara muslim yang sekarang masih diduduki dan dijajah oleh Barat. Kemenangan mereka di Irak dan Afghanistan, mereka akan melanjjutkan perjuangan mereka membebaskan Palestina, khususnya Jerusalem, dan mengusir penjajah dan perampok Zionis-Israel.
AS gagal menduduki Marjah, Helmand, yang menjadi benteng pertahanan Taliban, dan bahkan sekarang ini Karzai, terpaksa harus 'mengemis' kepada Taliban untuk keamanan kota Kabul. Serangan yang dilakukan pasukan koalisi yang dipimpin AS, ke Marjah dan Helmand, gagal total, dan sekarang kekuatan Taliban telah pulih kembali. Pengerahan 15.000 pasukan itu, tak dapat membekuk Taliban, bahkan kepala CIA di Afghanistan, tewas oleh seorang agent ganda dari Jordania yang meledakkan dirinya di markas CIA, yang terletak di Marjah.
Kegagalan itu ditandai dengan dicopotnya Jendral Mc. Chrystal dengan David Petreaus, yang menghadapi saat-saat kritis di Afghistan. Sekarang berlangsung konferensi di Kabul, yang dihadiri para pemimpin dunia, tetapi tidak ada yakin Karzai dapat mengamankan negaranya. (m/cnn)
Lainnya (Arsip)
- "Perang di Irak dan Afghanistan Membuat Intelijen Inggris Kewalahan"
Kamis, 22/07/2010 07:32 WIB - Mesir Bantah Mubarak Akan Segera Mati
Rabu, 21/07/2010 15:56 WIB - Parlemen Spanyol Tolak Larangan Cadar
Rabu, 21/07/2010 15:43 WIB - Sekolah di Maryland Beri "Kelonggaran" Pada Siswa Muslim Saat Hari Besar Islam
Rabu, 21/07/2010 15:07 WIB - PLTA Rusia Diserang, Dua orang Tewas
Rabu, 21/07/2010 14:58 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




