Babak Baru Bulan Madu AS-Afghanistan: Ada Apa Di Balik Kemenangan Karzai?

Rabu, 11/11/2009 06:36 WIB Cetak |  Kirim

Untuk pertama kalinya sejak empat tahun terakhir, AS akhirnya mengecam pemerintahan Hamid Karzai untuk kegagalan konstan di negeri ini.

AS menyatakan bahwa korupsi merajalela di kantor-kantor pemerintah, orang-orang yang terasing dan Hamid Karzai termasuk saudara-saudara dekatnya punya hubungan rahasia dengan narkoba. Sebagai bukti, mereka terus-menerus merujuk pada pelepasan beberapa penyelundup heroin terkenal oleh

Sebaliknya, Hamid Karzid menuduh AS menyalurkan bantuan keuangan mereka ke Afghanistan melalui saluran-saluran LSM asing yang terlibat dalam penggelapan dan korupsi, menghabiskan hanya 20% dari bantuan di Afghanistan dan menempatkan sisanya 80% di dalam kantong mereka sendiri.

Kunjungan John Kerry, Senator Demokrat dan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri AS, ke Kabul disinyalir sebagai suatu tekanan terhadap Karzai. Setelah beberapa hari diskusi panas, tekanan dan panggilan lewat telepon dari Gedung Putih, Karzai tanpa syarat menerima semua tuntutan Amerika. Ini adalah siasat politik untuk melegitimasi kemenangan Karzai.

John Kerry bertepuk tangan untuk Karzai karena dinilainya menjadi seorang negarawan cerdas, sedangkan Hillary Clinton mengatakan bahwa pengunduran Abdullah Abdullah tidak akan meninggalkan dampak negatif pada legalitas pemilu. Komisi Independen Pemilihan dengan konsultasi dan instruksi dari penguasa Amerika menyatakan Karzai sebagai presiden berikutnya Afghanistan.

Ironisnya, sekarang Karzai yang bertanggung jawab atas semua korupsi dan perdagangan heroin, adalah presiden yang sah setelah membungkuk kepada Amerika. Amerika dan penguasa Inggris segera mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangannya dan Sekretaris Jenderal PBB, mengunjungi Kabul.

Menarik untuk melihat kiprah Karzai setelah kembali mendapatkan kekuasaannya. (sa/qmh)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG