Badan di PBB Sebut Tembok Apartheid Israel Ilegal

Sabtu, 10/07/2010 07:23 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah badan PBB mengatakan dinding apartheid Israel adalah ilegal karena telah membuat kesulitan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Jumat (9/8) menemukan bahwa ribuan warga Palestina memiliki akses terbatas ke rumah sakit di Timur al-Quds (Yerusalem) karena adanya dinding apartheid.

Ambulans secara rutin tertunda di pos pemeriksaan dan kendaraan warga Palestina tidak diizinkan melalui pos pemeriksaan di dekat dinding apartheid, sehingga memaksa pasien yang sakit atau lanjut usia harus berjalan cukup jauh.

"Pria berusia antara 15 dan 30 sering izin permintaan mereka untuk melalui dinding apartheid ditolak dengan alasan keamanan," kata laporan OCHA. "Dalam banyak kasus, hal ini juga mempersulit bagi orangtua atau anak-anak yang sakit atau untuk anggota keluarga untuk mendapatkan ijin untuk mengawal pasien ke Yerusalem."

Catatan melaporkan bahwa tembok apartheid juga menyebabkan petani terluka di Tepi Barat.

Jumat kemarin (9/8) merupakan ulang tahun keenam dari Mahkamah Internasional (ICC) yang berkuasa untuk menyatakan dinding ilegal. Pada tanggal 9 Juli 2004 lalu, pengadilan meminta Israel menghentikan pembangunan dinding lebih lanjut, membongkar dinding yang telah dibangun, dan memberikan kompensasi kepada warga Palestina yang terpengaruhi oleh pembangunan tembok.

Namun, Israel mengabaikan putusan dan pembangunan tembok terus berlanjut hingga hari ini. Sekitar 61 persen dari 707-kilometer tembok apartheid kini telah dibangun, menurut PBB.

Putusan ICC mengatakan pembangunan tembok apartheid adalah "sama saja dengan aneksasi" dan menghambat hak warga Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri. Pengadilan ICC dengan suara bulat menolak argumen Israel dan menyatakan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk membuat aturan mengenai legalitas dari dinding apartheid.

Palestina mengatakan pembangunan tembok apartheid hanyalah usaha Israel untuk merebut tanah warga Palestina.(fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang