Badan di PBB Sebut Tembok Apartheid Israel Ilegal

Sebuah badan PBB mengatakan dinding apartheid Israel adalah ilegal karena telah membuat kesulitan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Jumat (9/8) menemukan bahwa ribuan warga Palestina memiliki akses terbatas ke rumah sakit di Timur al-Quds (Yerusalem) karena adanya dinding apartheid.
Ambulans secara rutin tertunda di pos pemeriksaan dan kendaraan warga Palestina tidak diizinkan melalui pos pemeriksaan di dekat dinding apartheid, sehingga memaksa pasien yang sakit atau lanjut usia harus berjalan cukup jauh.
"Pria berusia antara 15 dan 30 sering izin permintaan mereka untuk melalui dinding apartheid ditolak dengan alasan keamanan," kata laporan OCHA. "Dalam banyak kasus, hal ini juga mempersulit bagi orangtua atau anak-anak yang sakit atau untuk anggota keluarga untuk mendapatkan ijin untuk mengawal pasien ke Yerusalem."
Catatan melaporkan bahwa tembok apartheid juga menyebabkan petani terluka di Tepi Barat.
Jumat kemarin (9/8) merupakan ulang tahun keenam dari Mahkamah Internasional (ICC) yang berkuasa untuk menyatakan dinding ilegal. Pada tanggal 9 Juli 2004 lalu, pengadilan meminta Israel menghentikan pembangunan dinding lebih lanjut, membongkar dinding yang telah dibangun, dan memberikan kompensasi kepada warga Palestina yang terpengaruhi oleh pembangunan tembok.
Namun, Israel mengabaikan putusan dan pembangunan tembok terus berlanjut hingga hari ini. Sekitar 61 persen dari 707-kilometer tembok apartheid kini telah dibangun, menurut PBB.
Putusan ICC mengatakan pembangunan tembok apartheid adalah "sama saja dengan aneksasi" dan menghambat hak warga Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri. Pengadilan ICC dengan suara bulat menolak argumen Israel dan menyatakan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk membuat aturan mengenai legalitas dari dinding apartheid.
Palestina mengatakan pembangunan tembok apartheid hanyalah usaha Israel untuk merebut tanah warga Palestina.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Bouyeri: Saya Tidak Menyesal Bunuh Penghina Islam Theo Van Gogh
Jumat, 09/07/2010 15:57 WIB - Amerika Mengusir 10 Agen Rusia
Jumat, 09/07/2010 15:56 WIB - Jenderal Doyan Membunuh Akan Gantikan Posisi Petraeus?
Jumat, 09/07/2010 14:28 WIB - Menlu Turki: Kami Berhak Lakukan Apapun Untuk Lindungi Warga Kami
Jumat, 09/07/2010 14:08 WIB - Mauritania Adopsi UU Baru Untuk Perangi Al-Qaidah
Jumat, 09/07/2010 13:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




