• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

Bagaimana Islam Masuk Masuk Ke Afghanistan?

Afghanistan tempo dulu adalah bentangan luas dari provinsi-provinsi Badakhshan, Juzjan, Takhar, Heart, Khurasan, Bukhara, dan Samarqand. Yang berlaku adalah aturan dari kerajaan Persia.

Adalah Ustman bin Affan yang menaklukan Afghanistan. Semua daerah-daerah yang disebutkan di atas ditaklukkan di era 'Utsman. Sedangkan sebelumnya Abdurahman bin Samurah menaklukkan Kabul pada zaman baik Umar dan kemudian Utsman. Dalam "Sunan" Abu Dawud, ia berkata: " ' Abdurahman bin Samurah meriwayatkan kepada kami di Kabul." Jadi,' Abd ar-Rahman bin Samurah menaklukkan Kabul pada zaman 'Umar atau' Utsman.

Tak satu pun dari penduduk yang ditaklukkan oleh kaum Muslim pernah memberontak atau menentang mereka, kecuali orang-orang Afghanistan. Rakyat Afghanistan sangat keras kepala, dan ini bukan tugas yang mudah untuk membuat mereka tunduk. Jadi, kronologisnya, kaum muslim menaklukkan itu pada zaman Umar, dan ini diikuti oleh sebuah pemberontakan dari beberapa suku dan pengusiran kaum muslimin, dan umat Islam harus kembali di kemudian hari dan menaklukkan Afghanistan untuk kedua kalinya di zaman Umar.

Jika rakyat Afghan yakin akan sebuah ide atau kepercayaan, mereka dikenal sangat memegang erat hal itu. Sebelum Islam datang, rakyat Afghanistan konon memeluk agama Budha. Itu sebabnya sampai mengapa ada patung besar Buddha Bamiyan masih berdiri sampai saat ini. Zaman dahulu, sebelum Islam masuk, rakyat Afghan terkenal sebagai orang-orang yang menyebarkan agama Buddha ke Pakistan dan India.

Islam kemudian datang, mereka menjadi yakin Islam, dan mereka menyebarkannya ke seluruh wilayah. Jadi, sebagian besar daerah ini mengadopsi Islam melalui mereka, dan Mahmud Al-Ghaznawi menyerang India tujuh kali. Ia masuk itu dan menghancurkan patung mereka, Shamnama, dan setelah ini, orang-orang Afghan mengadopsi mazhab Hanafi.

Sampai sekarang, karena keyakinan yang eratnya itulah, rakyat Afghansitan tetap berdiri kokoh menghadapi badai invasi dari sejak zaman Russia dulu, sampai kini era Amerika dan NATO. (sa/qmmh)

Rabu, 10/03/2010 17:26 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.