Bahaya Minuman Kola

Selasa, 23/06/2009 07:03 WIB | Arsip | Cetak

Seiring dengan ramainya fatwa memboikot produk Yahudi baru-baru ini, seperti yang diserukan oleh Hazim Abu Ismail mengatakan dalam sebuah stasiun TV Al Nas, seorang ulama Mesir, tentang arti minuman bikinan Yahudi, Pepsi, maka berhembus pula bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh jenis minuman ini.

Saat ini, kola masih merupakan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Setiap tahun, milyaran kaleng kola terjual dan otomatis menjadi sudah menjadi industri tersendiri. Iklan minuman-minuman ini tak henti menyapa kita ke segenap pelosok di manapun berada.

Baru-baru ini, awal Juni 2009, International Journal of Clinical Practice, sebuah studi baru yang dilakukan Jurusan Kedokteran di Universitas Ioannina, Yunani dan diketuai oleh Dr. Moses Elisaf mengeluarkan hasil penelitiannya akan bahaya minuman kola. Menurut penelitian ini, orang yang setiap hari meminum kola sebanyak 2 sampai 4 liter, sangat dekat dengan kerusakan hati dan pelemahan otot sehingga susah berdiri tegak dalam usia 40 tahun. Bahkan orang yang rutin mengonsumsi kola sebanyak 4 liter sehari akan dipastikan mengalami hipertensi, penyakit kronis lainnya dan terserang gejala penyakit yang berbahaya bagi tubuh.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa minuman kola tidak hanya akan merusak gigi tapi juga bisa menimbulkan diabetes, penyakit kardiovaskular, demineralisasi tulang dan hypkalemia (masalah otot). Ini karena minuman kola mengandung banyak sekali glukosa, fructose, dan kafein.

Tapi dari penelitian selanjutnya universitas ini, walaupun minuman kola sangat berbahaya, survey tetap membuktikan kalau kola masih lah tetap favorit. Satu harinya, rata-rata setiap restoran di dunia ini bisa menjual sekitar 355 ml dalam kemasan yang berbeda. Yang paling umum, adalah setiap orang diperkirakan meminum kola 2 liter per hari.

Nah, sudah terbukti lagi bahaya minuman kola, masih mau membeli dan meminumnya? (sa/hl)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang