Balas Dendam Aleg Arab Terhadap Pejabat Israel

Aksi balas dendam dilakukan oleh anggota parlemen wakil presiden Knesset Israel yang juga menjabat sebagai kepala konsolidasi Arab Israel - Ahmad Tibi kepada wakil menteri luar negeri Israel Danny Ayalon, ketika Ayalon sedang duduk dalam posisi yang sama yang sebelumnya di alami oleh duta besar Turki.
Kejadian ini terjadi dalam sebuah pertemuan para wartawan di kantor Knesset, di mana Tibi berdiri dan Ayalon duduk di sebelah kirinya. Tibi kemudian berkata:"Bagaimana sekarang, apakah anda merasa sedang duduk di kursi rendah di depanku?"
Ayalon yang pada saat itu sedang dikerubuni wartawan, merasa malu atas cemoohan yang dilakukan oleh Tibi dan berusaha membela diri dengan mengatakan: "Setidaknya di sini tidak ada yang melempar sepatu," merujuk kepada insiden wartawan Irak yang melempar sepatu ke arah mantan presiden AS George Bush.
Kemudian dilanjutkan dialog yang terus berkelanjutan antara anggota parlemen Israel Ahmad Tibi, dan wakil menteri luar negeri Israel Danny Ayalon, selama pertemuan yang berlangsung di Knesset yang diorganisir oleh kantor berita, media online dan jurnalis timur tengah dengan diikuti partisipan dari jurnalis Israel dan Palestina sejalan dengan kunjungan presiden organisasi kerjasama ekonomi pembangunan.
Tibi mengatakan: "Selama tidak ada kesetaraan antara Arab dan Yahudi di Israel tidak boleh menerima organisasi ini yang bersandar pada prinsip-prinsip demokrasi dan kesetaraan."
Ayalon kemudian mengomentari pernyataan Tibi, ia menyatakan pernyataan Tibi tersebut sekali lagi menunjukkan kurangnya kesetiaan anggota Knesset Arab itu terhadap Israel dan ia mendesak agar kementrian dalam negeri Israel melakukan paksaan akan adanya persyaratan kesetiaan terhadap negara Israel ke seluruh warga negaranya.
Tibi kemudian menjelaskan kepada wartawan tentang aspek kesetaraan khususnya terhadap warga Arab Israel namun Ayalon menyelanya dengan mengatakan:"bukti bahwa adanya kesetaraan di Israel, anda diterima di fakultas kedokteran dan menjadi dokter yang sukses, sementara saya tidak dapat masuk kesana dan akhirnya harus belajar ekonomi."
Tibi kemudian menjawab:"Saya menerima hak saya atas kesuksesan saya dalam ujian dan tidak karena bantuan siapapun, dan semua itu saya tempuh dengan suasana diskriminasi yang dilakukan Israel terhadap warga negara Arab. Konsep kesetaraan ini jauh lebih besar daripada yang anda katakan, masih banyak lagi.(fq/mna)
Lainnya (Arsip)
- Nasyid Ala Al-Shabaab, Mengancam Serang Nairobi
Kamis, 21/01/2010 14:28 WIB - Moskow Terbitkan Siroh Nabawi dalam Bahasa Rusia
Kamis, 21/01/2010 13:16 WIB - 500 Orang Tewas di Nigeria, Konflik Kristen-Islam?
Kamis, 21/01/2010 12:21 WIB - Apakah Israel Sahabat Sejati Turki?
Kamis, 21/01/2010 12:21 WIB - Majalah Harper: Mereka Mati Karena Penyiksaan
Kamis, 21/01/2010 10:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




