Bangladesh Putuskan Kembali ke Sistem "Sekuler"
Tingkah negara bermayoritas berpenduduk muslim seperti ini sangat tidak layak untuk ditiru oleh negara-negara Muslim lainnya.
Menteri hukum dan keadilan Bengali - Syafiq Ahmad mengatakan bahwa negaranya memutuskan untuk kembali ke sistem pemerintahan "sekuler" sebagai prinsip konstitusional filsafat negara.
Hal ini muncul di balik sebuah putusan yang disampaikan oleh Mahkamah Agung Bangladesh yang memutuskan untuk mengamandemen konstitusi negara yang telah diperkenalkan setelah kudeta militer pada tahun 1975, seperti dilaporkan Reuters.
Menteri menambahkan, "Dipandang dari ketentuan, konstitusi sekuler tahun 1972 akan kami hidupkan kembali," menambahkan bahwa ia tidak keberatan saat ini, untuk kembali ke empat prinsip negara, yaitu demokrasi, nasionalisme, sekularisme, sosialisme, sebagaimana dianjurkan oleh undang-undang negara pada tahun 1972."
Langkah ini dilakukan justru pada saat perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang di dukung partai Islam di negara tersebut sedang berkuasa.
Penempatan kata "sekuler" dari konstitusi yang didirikan oleh pendiri negara Bangladesh Mujibur Rahman, setelah kudeta militer yang memecatnya di tahun 1975, menewaskan sebagian besar anggota keluarganya, sementara dua orang anak perempuannya selamat, salah satunya adalah Sheikh Hasina.
Mahkamah Agung Bangladesh telah menetapkan keputusan mereka di awal bulan ini, namun kelompok oposisi dari partai nasional Bangladesh beserta sekutunya Jamaat Islam akan mengajukan banding atas keputusan Mahkamah Agung tersebut. (fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Pikiran Tentara AS Di Marjah: Istri, Keluarga, Anak-Anak, Teman-Teman dan Kematian
Senin, 22/02/2010 09:00 WIB - Takut Banyak yang Mati, Belanda akan Tarik Pasukannya dari Afghanistan
Senin, 22/02/2010 08:50 WIB - Komandan AS: Ribuan Tentara AS akan Tewas di Helmand
Senin, 22/02/2010 08:31 WIB - Komandan Pasukan Prancis: Operasi "Mustarak" Akan Berlangsung Lama
Senin, 22/02/2010 08:19 WIB - Kenakan Kaos "Free Palestine", Pelajar Prancis Diusir dari Sekolah
Minggu, 21/02/2010 13:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




