Banjir Besar di Jeddah, Teguran Allah Untuk Pemerintah Saudi?

Senin, 30/11/2009 16:38 WIB Cetak |  Kirim

Ketika Tsunami 2004 terjadi di Aceh (dan beberapa daerah di Asia Tenggara) para ulama Saudi terkemuka menyatakan itu adalah hukuman Allah swt untuk percabulan dan homoseksualitas. Sekarang, banjir besar di Jeddah yang menewaskan lebih dari100 orang dan terjadi di tengah pelaksanaan ibadah haji, apa yang akan dikatakan para ulama itu? Inilah korban bencana terbesar sepanjang sepanjang masa dalam ibadah haji.

Banyak orang yang percaya bahwa banjir besar itu sebagai tanda murka Illahi. Adel Zamzami, kepala Jeddah Departemen Pertahanan Sippil Jeddah, mengatakan bahwa kematian dan kehancuran pada pekan lalu itu adalah "kuasa Allah", namun reaksi yang besar dari masyarakat Saudi telah meledak. "Apa yang terjadi adalah hasil perbuatan manusia," kata sebuah judul di Arab News, Jumat lalu.

"Kita telah berbicara tentang masalah ini selama bertahun-tahun. Semua orang tahu bencana ini datang. Kami telah melihat sesuatu seperti ini pada skala yang lebih kecil," kata Kateb Saud, seorang profesor yang merupakan pengunjuk rasa, kepada AFP. "Hanya ada satu alasan: ini karena banyaknya korupsi," katanya. "Pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang besar untuk hal ini, namun anggaran itu raib."

Waleed pengacara Abu al-Khair, berencana mengajukan kasus ini, dan menegaskan bahwa "setiap orang yang telah terlibat dalam kekacauan ini harus dituntut," ujarnya tegas."Mereka tidak becus membuat pekerjaan drainase. Mereka telah memberitahu kami selama tiga tahun atau lebih bahwa pekerjaan telah selesai. Namun bahkan orang-orang dari pemerintah kota mengatakan ada kesalahan."

Beberapa pihak juga mengatakan bahwa bencana ini juga merupakan teguran Allah swt terhadap pemerintah Saudi yang dekat dan akrab-mesra dengan Barat—terutama Amerika. Sampai sejauh ini, belum ada komentar dari ulama-ulama besar Saudi. (sa/albaab)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG