Bank-Bank Pemerintah India Tolak Nasabah Muslim

Kamis, 22/07/2010 07:38 WIB | Arsip | Cetak

Komisi Nasional Warga Minoritas--sebuah lembaga pemantau hak asasi warga minoritas di India--menyatakan bahwa bank-bank milik pemerintah di India telah melakukan diskriminasi terhadap warga muslim. Lembaga itu menerima banyak laporan dari warga muslim yang mengatakan bahwa mereka ditolak oleh pihak bank saat akan membuat rekening.

Diduga penolakan tersebut berlatar belakang rasial. Selain masalah agama, komunitas muslim di India adalah kelompok minoritas dan kebanyakan merupakan warga miskin di negeri itu. Komisi Nasional mengatakan, laporan dari warga Muslim tentang diskriminasi yang dilakukan bank-bank pemerintah jumlahnya meningkat hampir 100 persen sepanjang tahun 2009 kemarin.

Kasus yang paling buruk, menurut data Komisi Nasional, terjadi di Andhra Pradesh, negara bagian selatan India. Sekitar 90.000 mahasiswa muslim di negara bagian itu tidak bisa membuka rekening di bank-bank milik pemerintah untuk menyimpan dana beasiswa yang diberikan pemerintah.

Para bankir di India membantah mereka telah melakukan diskriminasi berlatar belakang agama. Mereka mengatakan, penolakan terhadap muslim yang ingin membuka rekening di bank pemerintah lebih karena status ekonomi mereka, sehingga sulit mendapatkan fasilitas perbankan.

Meski demikian, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa muslim India, yang menjadi warga minoritas di negeri itu kerap kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan kerja. Laporan warga muslim terhadap sikap bank-bank pemerintah menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap mereka makin meluas dan pemerintah India tidak melakukan tindakan yang maksimal untuk mengentaskan diskriminasi tersebut. (ln/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang