Pengangguran Penuhi Gereja di AS

Senin, 15/12/2008 15:54 WIB | Arsip | Cetak

Pastor-pastor gereja di AS mengakui jamaahnya bertambah banyak sejak AS terkena krisis ekonomi bulan September kemarin, yang menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran di negeri Paman Sam itu. Dan uniknya, banyak masyarakat Kristen di AS yang beralih menjadi penganut evangelis.

"Ini adalah masa-masa yang menakjubkan, kesempatan besar bagi kami untuk menyebarkan ajaran evangelis," kata pastor senior di Pusat Budaya Kristen di Brooklyn, New York, Pastor A.R. Bernard.

Krisis yang melanda AS seolah menjadi berkah bagi kalangan gereja yang selama ini relatif sepi ditinggalkan jamaahnya. Sekarang, gereja-gereja di AS berlomba-lomba menggelar acara misa dan program untuk memberikan petunjuk praktis bagi mereka yang sedang dilanda kesulitan ekonomi. Bahkan dalam acara pemberkatan perkawinan pun para pastor menyelipkan khutbah bagaimana menghadapi krisis yang menimpa masyarakat AS sekarang ini.

Gereja Saksi Jehovah yang sepuluh tahun terakhir melakukan layanan rohani dari rumah ke rumah pada malam hari, sekarang juga melakukan layanan rohani pada siang hari. "Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, dan mereka bersedia membuka pintu pada siang hari," kata Pastor Rick Warren.

Bertambahnya jamaah gereja saat krisis ternyata sudah menjadi gejala umum di AS. Dalam tulisan berjudul "Praying for Recession: The Business Cycle and Protestant Religiosity in the United States," David Beckworth, asisten profesor ilmu ekonomi di Universitas Texas menulis tentang gejala ini. Ia mengatakan, dalam siklus resesi yang terjadi antara tahun 1968 dan 2004, jumlah jamaah gereja evangelis cenderung meningkat hingga 50 persen. Tapi, jumlah jamaah gereja-gereja Protestan cenderung makin menurun pada masa resesi.

Studi yang dilakukan Beckworth ditanggapi serius oleh Pastor Don MacKinttosh penganut Advent Hari Ketujuh. Ia mengatakan, kalangan gereja harus memanfaatkan situasi dimana banyak orang sedang dilanda ketakutan dan sifat tamak agar beralih ke ajaran evangelis.

Frank O'Neil, manager yang baru saja di PHK dari perusahaan Morgan Stanley mengaku jadi lebih dekat dengan Tuhan saat kehilangan pekerjaan. Ia bergabung dengan penganut evangelis di Shelter Rock Church, Long Island. Neil mengaku lebih merasakan kehadirian Tuhan saat menjadi penganut evangelis, dibandingkan ketika menjadi jamaah gereja Katolik, agama yang ia anut sejak remaja.

Thomas McSweeney, penulis kolom di sebuah media Katolik mengatakan, meningkatkan jumlah jamaah evangelis karena sifat ajaran evangelis yang lebih fleksibel. Meski di kalangan pemuka agama evangelis sendiri muncul kekhawatiran resesi ekonomi akan menyebabkan pundi-pundi dollar mereka berkurang, karena tidak banyak lagi orang yang memberikan dana besar untuk kegiatan misi gereja mereka. (ln/HTI)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang