Barang-Barang Peninggalan Mahatma Gandhi Terjual 1,8 Juta Juta Dollar

Barang-barang milik Mahatma Gandhi terjual dengan harga 1,8 juta dollar AS dalam sebuah pelelangan di New York City. Barang-barang itu terdiri dari kaca mata, sepasang sandal, jam tangan dan beberapa barang pribadi milik tokoh pejuang kemanusiaan di India itu.
Barang-barang tersebut dibeli oleh VJ Mallya, seorang pengusaha kaya asal India yang kabarnya akan mendonasikan seluruh barang-barang "bersejarah" itu pada pemerintah India. Ia menegaskan bahwa barang-barang tersebut tidak akan jatuh ke negara lain. Pernyataan Mallya saat dinyatakan sebagai pemenang lelang, disambut tepuk tangan para hadirin.
Kabar pelelangan barang-barang pribadi Mahatma Gandhi itu sempat membuat berang pemerintah India karena barang-barang tersebut dianggap sebagai peninggalan bersenjarah bagi rakyat India dan selayaknya tidak dilelang, tapi disimpan di museum.
Pihak rumah lelang yang diwakili James Otis mengatakan bahwa ia bermaksud menimbulkan kontroversi di India. Akibat kontroversi tersebut, rencana pelelangan sempat ditunda selama dua minggu. Namun pemerintah India sepertinya sudah bernapas lega, karena Mallya si pembeli barang-barang Mahatma Gandhi yang tadinya dipekirakan hanya laku seharga 300.000 ribu dollar itu meyakinkan bahwa ia akan menyerahkan semua benda-benda berharga itu ke pemerintah India.
Mohandas Karamchand Gandhi yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi, dikenal sebagai tokoh pejuang India yang menyerukan anti kekerasan dalam melawan penjajahan Inggris. Ironisnya, ia tewas dibunuh pada tahun 1948 di New Delhi, beberapa bulan setelah India mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Mufti Dubai : Perempuan Boleh Menjadi Mufti Agama
Jumat, 06/03/2009 11:26 WIB - Clinton : Menyerukan Konferensi Internasional Afghanistan
Jumat, 06/03/2009 10:14 WIB - Akhirnya Ulama Saudi Berani Kritik Keluarga Kerajaan Secara Terbuka
Jumat, 06/03/2009 09:48 WIB - Eropa Ramai-Ramai Boikot Konferensi Durban
Jumat, 06/03/2009 09:07 WIB - Presiden Sudan: Pemimpin Barat dan Eropa Penjahat Perang Yang Sebenarnya!
Kamis, 05/03/2009 17:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




