Basis AU Pakistan Jadi Target Serangan Bom Bunuh Diri

Serangan bom bunuh diri kembali terjadi di ibukota Pakistan, Islamabad, Jumat (23/10). Serangan memporakporandakan sebuah pos pemeriksaan di dekat kompleks aeronatika angkatan udara Pakistan di kota Kamra, yang terletak sekitar 80 kilometer sebelah barat Islamabad.
Polisi mengatakan, pelakunya mengendarai sepeda dan meledakkan diri saat berhenti di depan pos keamanan yang menunju ke kompleks tersebut. Serangan bom itu menyebabkan tujuh orang tewas, dua diantaranya personel angkatan udara Pakistan dan 13 orang luka-luka.
"Ini adalah serangan bom bunuh diri. Pelakunya ingin masuk ke dalam kompleks gedung dan ia meledakkan bomnya saat penjaga melakukan pemeriksaan," kata Fakhar Sultan, kepala polisi ditrik Kamra.
Serangan bom bunuh diri ini menambah daftar korban aksi serangan di Pakistan yang terjadi selama tiga minggu terakhir ini, yang sudah menelan korban jiwa 170 orang.
Kompleks Aeronatika Pakistan di Kamra merupakan pusat riset penerbangan dan pemeliharaan peralatan angkatan udara Pakistan. Bahkan sejumlah pakar militer asing menduga, kompleks tersebut tempat penyimpanan pesawat-pesawat tempur Pakistan yang membawa kepala nuklir. Tapi spekulasi itu dibantah keras oleh pihak militer Pakistan.
Serangan ke institusi-institusi keamanan Pakistan berlanjut bersamaan dengan operasi militer Pakistan ke Waziristan Selatan yang sudah memasuki hari ke-7. Operasi militer yang didukung penuh oleh AS dengan target para militan Taliban itu memicu aksi balas dendam dengan sasaran utama tentara dan polisi Pakistan.
Serangan ke Kamra hari Jumat pagi waktu setempat, memaksa PM Pakistan Yusuf Raza Gilani untuk menggelar pertemuan khusus dengan para pejabat keamannya di Islamabad hari ini juga. Laporan Al-Jazeera menyebutkan, Gilani memanggul para penasehat dan politisi senior, termasuk perwakilan dari empat provinsi di Pakistan dan mereka yang dianggap bisa memberikan masukkan bagaimana pemerintah Pakistan harus menghadapi persoalan keamanannya belakangan ini.
Gilani mengutuk serangan ke Kamra dan bersumpah pemerintah akan memperkuat tekadnya untuk "mengikis habis terorisme" di negaranya. Ia juga menyatakan, sejak pemerintah Pakistan memutuskan melakukan operasi militer ke Waziristan Selatan, pihaknya sudah menyadari bakal menghadapi serangan-serangan balasan. (ln/aljz/yn)
Lainnya (Arsip)
- Pertemuan Tertutup Susan Rice dan Pejabat Palestina
Jumat, 23/10/2009 14:22 WIB - Media Isreal Publish Kondisi Ariel Sharon
Jumat, 23/10/2009 13:51 WIB - Afghanistan Akan Jadi Kuburan Bagi Pasukan NATO
Jumat, 23/10/2009 13:38 WIB - Stasiun TV Akhirnya Sensor Adegan Kekejaman Tentara Israel di Serial TV Turki
Jumat, 23/10/2009 09:46 WIB - Salem dan Sara Berjuang dari Kekurangan Tubuh Mereka
Jumat, 23/10/2009 09:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




